|
||||||
Update
Terakhir: Apr 13th, 2005 - 16:24:10
|
|
Isu Kesukuan
Wakil Bupati Jayawijaya Nicolas Jigibalom di Jayapura, Selasa (12/4), mengatakan, ketika sari buah merah dipopulerkan oleh Made Budi, staf pengajar Universitas Cenderawasih, Jayapura, sebagai suplemen yang dapat menyembuhkan kanker, menghambat virus HIV, menyembuhkan sakit TB paru, sakit jantung, diabetes, dan beberapa penyakit lain, perburuan terhadap buah merah semakin gencar. Sejumlah perusahaan pembuat sari buah merah di Jakarta sangat bergantung pada buah merah di Jayawijaya. Mereka mengambil buah merah untuk diproses menjadi sari buah merah di Jakarta. Perda tersebut antara lain akan menetapkan larangan membawa buah merah ke luar Jayawijaya. Proses pengolahan sari buah merah harus dilakukan di Jayawijaya sehingga bisa membuka lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat lokal. "Kami sedang menyusun rancangan perda ke DPRD mengenai pelarangan pengambilan buah merah ini, dan dalam waktu dekat diajukan ke DPRD untuk dibahas," kata Jigibalom. Dia mengakui, buah merah telah mengangkat kehidupan masyarakat setempat. Harga buah merah Rp 20.000-Rp 120.000 per buah, tergantung ukurannya, sementara harga sari buah merah Rp 300.000 per botol ukuran 200 ml. "Di beberapa tempat, proses pengambilan buah merah itu dengan cara menebang sehingga populasi buah merah makin berkurang. Saat ini para pengusaha sari buah merah mulai merambah ke Kabupaten Tolikara dan Yahokimo karena kedua daerah ini termasuk penghasil buah merah," ujarnya lebih lanjut. Mengantisipasi kepunahan buah merah, menurut Jigibalom, akan dilakukan budidaya buah merah di sejumlah distrik seperti Kelila dan Bokondini. Anggota DPRD Kabupaten Tolikara, Bastian Pagawak, mengatakan, sebenarnya pusat buah merah di daerah Pegunungan Tengah ada di Tolikara. Namun, karena Jayawijaya lebih mudah dijangkau peneliti dan konsumen, maka buah merah lebih dikenal di Jayawijaya. Pagawak khawatir, jika pemda Jayawijaya mengeluarkan perda, para konsumen dan pedagang buah merah akan beralih ke Tolikara. Apalagi harga buah merah di Tolikara lebih murah, yakni Rp 10.000-Rp 50.000 per buah. (KOR) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|