|
||||||
Update
Terakhir: Apr 22nd, 2005 - 22:02:41
|
|
Timor Timur
"Janji SBY (presiden) yang disampaikan dalam kampanye pemilu 2004 di Kupang, NTT, untuk memperhatikan dan menangani para pengungsi eks Timtim secara serius, harus dibuktikan. Kami akan terus menagih janji itu, kami ini adalah warga yang mencintai Republik Indonesia," kata Januario da Silva, salah seorang wakil pengungsi eks Timtim, ketika berdialog dengan anggota Komisi I DPR yang berkunjung ke Kabupaten Belu, Rabu (20/4). Rombongan Komisi I DPR yang berkunjung ke kabupaten di beranda Republik Indonesia yang berbatasan dengan negara baru Timor Leste tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Sidharto Danusubroto. Selain Sidharto, anggota Komisi I DPR yang mengunjungi Kabupaten Belu itu adalah EE Mangindaan (Fraksi Partai Demokrat), Made Suwendha (Fraksi Partai Golkar), Cyprianus Aoer (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Tgk Muhammad Yus (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan), Suripto, dan Hilman Rosyad Shihab (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera). Dalam kunjungan tersebut, Komisi I tidak sempat mengunjungi kamp pengungsi eks Timtim tersebut dan hanya bisa berdialog dengan para perwakilan pengungsi di aula kantor Bupati Belu. Dialog yang dipandu Bupati Belu Joachim Lopez sekitar 45 menit tersebut, para perwakilan pengungsi menyampaikan berbagai persoalan dan nasib mereka yang tak kunjung diperhatikan. Menurut Januario Da Silva, para pengungsi tersebut sangat berharap pemerintah memberikan lahan bagi mereka, agar bisa hidup dan tinggal bersama anak istri mereka. Sebab, selama ini, mereka hanya tinggal di kamp sehingga masa depan mereka sangat tidak pasti. Mereka berharap dengan disediakannya lahan, mereka bisa membangun rumah tinggal permanen di atasnya dan bisa mengolah lahan sisanya untuk menyambung hidup. "Kami tidak mungkin hidup sementara terus, tanpa kepastian dengan menyewa lahan penduduk setempat. Kami mohon Bapak Presiden benar-benar menepati janjinya sat kampanye," ujar Janurio. Di sisi lain, Carlos Arijo Brito yang mantan Ketua DPRD Kabupaten Ermera yang ikut meninggalkan Timor Leste dan mengungsi di Atambua, NTT, dalam dialog tersebut, juga mempersoalkan janji Presiden Yudhoyono untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak Timor Leste yang melanjutkan pendidikan di Indonesia. Janji itu, kata Carlos, disampaikan Presiden Yudhoyono ketika berkunjung dan bertemu dengan Presiden Zanana di Dili 8 April 2005 lalu. (120/M-15) -------------------------------------------------------- Last modified: 21/4/05 © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|