Update Terakhir: Apr 22nd, 2005 - 22:02:41
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Timor Timur

Pengungsi Eks Timtim Tagih Janji Presiden
By SPM Daily
Apr 22, 2005, 22:01

 
ATAMBUA - Ribuan pengungsi eks Timor Timur (sekarang Timor Leste) yang masih tersebar dalam kamp-kamp penampungan di wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini menagih janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka menuntut agar nasib para pengungsi eks Timtim di Provinsi NTT benar-benar mendapat perhatian dan penanganan yang serius dari Pemerintah Indonesia.

"Janji SBY (presiden) yang disampaikan dalam kampanye pemilu 2004 di Kupang, NTT, untuk memperhatikan dan menangani para pengungsi eks Timtim secara serius, harus dibuktikan. Kami akan terus menagih janji itu, kami ini adalah warga yang mencintai Republik Indonesia," kata Januario da Silva, salah seorang wakil pengungsi eks Timtim, ketika berdialog dengan anggota Komisi I DPR yang berkunjung ke Kabupaten Belu, Rabu (20/4).

Rombongan Komisi I DPR yang berkunjung ke kabupaten di beranda Republik Indonesia yang berbatasan dengan negara baru Timor Leste tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Sidharto Danusubroto.

Selain Sidharto, anggota Komisi I DPR yang mengunjungi Kabupaten Belu itu adalah EE Mangindaan (Fraksi Partai Demokrat), Made Suwendha (Fraksi Partai Golkar), Cyprianus Aoer (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Tgk Muhammad Yus (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan), Suripto, dan Hilman Rosyad Shihab (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera).

Dalam kunjungan tersebut, Komisi I tidak sempat mengunjungi kamp pengungsi eks Timtim tersebut dan hanya bisa berdialog dengan para perwakilan pengungsi di aula kantor Bupati Belu. Dialog yang dipandu Bupati Belu Joachim Lopez sekitar 45 menit tersebut, para perwakilan pengungsi menyampaikan berbagai persoalan dan nasib mereka yang tak kunjung diperhatikan.

Menurut Januario Da Silva, para pengungsi tersebut sangat berharap pemerintah memberikan lahan bagi mereka, agar bisa hidup dan tinggal bersama anak istri mereka. Sebab, selama ini, mereka hanya tinggal di kamp sehingga masa depan mereka sangat tidak pasti.

Mereka berharap dengan disediakannya lahan, mereka bisa membangun rumah tinggal permanen di atasnya dan bisa mengolah lahan sisanya untuk menyambung hidup. "Kami tidak mungkin hidup sementara terus, tanpa kepastian dengan menyewa lahan penduduk setempat. Kami mohon Bapak Presiden benar-benar menepati janjinya sat kampanye," ujar Janurio.

Di sisi lain, Carlos Arijo Brito yang mantan Ketua DPRD Kabupaten Ermera yang ikut meninggalkan Timor Leste dan mengungsi di Atambua, NTT, dalam dialog tersebut, juga mempersoalkan janji Presiden Yudhoyono untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak Timor Leste yang melanjutkan pendidikan di Indonesia. Janji itu, kata Carlos, disampaikan Presiden Yudhoyono ketika berkunjung dan bertemu dengan Presiden Zanana di Dili 8 April 2005 lalu. (120/M-15)
--------------------------------------------------------
Last modified: 21/4/05

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece