Update Terakhir: Apr 29th, 2005 - 23:43:03
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kegiatan Logging

Polri Tangkap 489 Tersangka 'Illegal Logging'
By Media Indonesia
Apr 29, 2005, 23:28

 
Jakarta, Polisi sudah menangkap 489 tersangka illegal logging, termasuk dua anggota Polri dan seorang anggota TNI.

Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar mengungkapkan hal tersebut usai sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sidang berlangsung lima jam. Didampingi jurubicara kepresidenan Andi Mallarangeng, Kapolri memberi keterangan pers di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Sebelum itu Presiden memimpin rapat kordinasi pemberantasan korupsi. Pada kesempatan itu Presiden memerintahkan penangkapan arsitek illegal logging. "Tidak cukup dengan menindak mereka yang di permukaan, meskipun itu juga bersalah, tapi lebih-lebih siapa arsitek dan penyandang dana yang cukup besar," tegas Presiden.

Menurut Kapolri, pihaknya telah menangkap 27 tersangka illegal logging di Kalimantan Timur dan 157 tersangka di Papua, serta 305 tersangka tertangkap di berbagai daerah lainnya. Dia menjelaskan tiga tersangka aparat TNI dan Polri, dua orang pegawai dinas kehutanan, dan 10 orang berkewarganegaraan Malaysia dan Korea.

"Pemberantasan illegal logging tidak saja dilakukan di Papua, tapi juga di Kalimantan, Sumatra. Kita tahu penebangan liar terjadi di kawasan hutan produksi dan konservasi, juga beberapa taman nasional, karenanya kami gelar operasi dengan sandi hutan lestari," katanya.

Presiden, kata Kapolri, meminta Polri agar tidak pilih kasih dalam penangangan kasus illegal logging menyangkut keterlibatan anggota Polri dan TNI.

"Presiden mengharapkan agar tindakan terhadap anggota Polri tersebut benar-benar dilakukan tanpa pilih kasih agar aturan benar-benar diterapkan," katanya.

Kapolri tidak membeberkan identitas aparat yang terlibat. "Untuk itulah kami memutuskan membawa mereka yang terlibat ke Jakarta untuk diperiksa agar hubungan mereka dengan daerah tempat operasi mereka tersebut terputus," katanya.

Khusus menyangkut keterlibatan anggota Polri, Da'i berjanji untuk menyelidiki lebih jauh apakah keterlibatan tersebut ada kaitannya dengan atasannya atau tidak. "Kita tetap akan berusaha melakukan investigasi apakah keterlibatan tersebut ada kaitannya dengan pimpinan mareka atau masing-masing."

Modus operandi yang ditemukan di lapangan, kata dia, antara lain melakukan penebangan tanpa izin, menebang di luar areal yang diizinkan, serta pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh industri pengolahan kayu. Ternasuk di dalamnya, kata dia, para pengusaha yang kerap melakuakn modus dengan menggunakan risalah lelang berulang-ulang sebagai dokumen bagi kayu illegal tersebut.

Tangkap pemodal

Kapolri menjelaskan pihaknya mengarahkan sasaran penangkapan kepada pemodal, pengusaha serta para penebang liar dan masyarakat sekitar yang melakukan penebangan liar.

Dai menyebutkan, untuk daerah Kalimantan Timur telah ditetapkan 27 tersangka dengan barang bukti 107.337 meter kubik kayu olahan, 12 buah kapal, 12 tag boat, 51 alat berat, 4 alat ringan, 12 mobil, dan dua buah dokumen.

Selain penindakan oleh satgas-satgas dari Mabes Polri di Kaltim, menurut Da'i, beberapa polda dari daerah lain menangkap 105 tersangka dengan barang bukti berupa 190.550 meter kubik kayu olahan, 24 buah kapal, 1 tag boat, 1 tongkang, 12 alat berat, 122 alat ringan serta 67 mobil, dan 4 buah dokumen.

Khusus untuk Papua, kata Da'i, dibagi dalam dua tahapan pemberantasan, yaitu tahap pertama 5 Maret - 5 April, telah tertangkap 108 tersangka, 32 di antaranya ditahan, 63 dibebaskan, dan 13 orang wajib lapor.

Barang bukti yang diperoleh di Papua berupa 19.310 meter kubik kayu olahan, 340.299 meter kubik kayu bulat, 4 buah kapal, 13 tag boat, 13 tongkang, 788 unit alat berat, 43 unit genset, 34 mobil, serta satu berkas dokumen.

Operasi tahap kedua di Papua yang berakhir 17 April, kata dia, jumlah tersangka 49 orang, 11 di antaranya ditahan, 38 dilepas, dan diperoleh barang bukti berupa 354 meter kubik kayu olahan, 1 buah kapal, 2 tag boat, dan 40.462 meter kubik kayu bulat, 25 unit alat berat, 5 unit alat ringan, dan 9 unit mobil.

"Daerah-daerah lain, polda-polda daerah lain juga melakukan hal yang sama, polda juga telah tangkap 200 orang," ujar Kapolri.

Menurut dia, untuk polda-polda dari daerah selain Kalimantan Timur dan Papua, juga ditemukan barang bukti berupa 14.122 meter kubik kayu olahan, 63.377 batang kayu bulat serta berhasil menyita 16 buah kapal, 14 tag boat, 11 tongkang, 3 buah alat berat, 42 alat ringan, 71 mobil, dan 12 buah berkas dokumen.




© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece