Update Terakhir: May 6th, 2005 - 04:26:27
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kegiatan Logging

Mantan Danlanal Sorong Diperiksa POMAL di Jakarta
By Sinar Harapan
May 6, 2005, 04:23

 
Sorong, Sinar Harapan
Mantan Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Sorong Letkol Laut PD yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembalakan kayu liar (illegal logging) di Sorong, Papua, Senin (2/5) pagi ini menjalani pemeriksaan intensif di POMAL di Jakarta.

Kepala Satuan Tugas Pengamanan Operasi Hutan Lestari II Brigjen TNI Hendardji ketika dihubungi SH, Senin (2/5) pagi mengatakan penetapan Letkol Laut PD sebagai tersangka dikuatkan dengan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti di lapangan. Dia juga mengungkapkan, pihaknya juga telah menetapkan Letkol GN, mantan komandan sebuah kapal milik TNI-AL sebagai tersangka illegal logging di Papua.

”Keterangan sejumlah saksi dan barang bukti yang berhasil diamankan Satuan Tugas Operasi Hutan Lestari II di Sorong menguatkan keterlibatan Letkol Laut PD sebagai tersangka dalam kasus illegal logging,” ujar Brigjen TNI Hendardji.
Dia menjelaskan, keterlibatan Letkol Laut PD dalam kasus illegal logging terjadi ketika yang bersangkutan menjabat Komandan Pangkalan TNI-AL Sorong, Papua sekitar September 2001. Dia terkait kasus dengan PT Dika Sorong yang meloloskan kayu merbau ke luar Provinsi Papua. ”Kini Letkol Laut PD menjalani pemeriksaan intensif yang dilakukan Markas Besar (Mabes) TNI-AL di Jakarta,” ungkapnya.

Sehubungan dengan penetapan tersangka terhadap Letkol Laut PD, Wakil Kepala Pelaksana Operasi Hutan Lestari II, Laksamana Muda Adiyaman AS ketika dihubungi SH, Senin membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, kasus yang melibatkan Letkol Laut DP telah ditangani Mabes TNI-AL sebelum pelaksanaan Operasi Hutan Lestari II dilakukan di Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat (Irjabar).
”Karena keterlibatan itulah maka pihak Mabes TNI-AL memutasikan yang bersangkutan dari jabatannya sebagai komandan pangkalan TNI-AL di Sorong. Langkah itu agar memudahkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan di Jakarta. Saya bahkan pernah meminta agar Letkol Laut PD segera mengundurkan diri dari keanggotaannya di TNI-AL karena telah merusak citra korps,” tegasnya.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, Letkol Laut PD diduga kuat telah bekerja sama dengan cukong kayu Wong Tse Thung, pemilik PT Sandjaya Makmur. Sayangnya, belum diketahui secara pasti kapal dan ke bank mana uang dari cukong kayu tersebut ditransfer ke rekening Letkol Laut PD. Uang yang ditransfer tersebut dikenal sebagai ”uang koordinasi” agar upaya penyelundupan kayu ilegal dari Papua dapat berjalan lancar.

Berkemas Pulang
Sementara itu dari Kepala Satgas Hubungan Masyarakat (Humas) Operasi Hutan Lestari II, Komisaris Besar (Kombes) Saud Usman Nasution diperoleh keterangan, hingga Senin pagi ini belum ada penambahan jumlah barang bukti baik berupa alat berat dan dokumen. Hingga kini jumlah barang bukti tercatat sebanyak 72.310 batang kayu bulat atau 385.580 meter kubik, dan kayu olahan 20.116 meter kubik. Alat berat yang disita 850 unit, 5 buah kapal, 43 mobil truk, 13 tongkang, 14 tugboat, empat unit chainsaw dan 29 unit alat lain serta 361 dokumen penting.

Sedangkan, jumlah tersangka masih tetap sebanyak 164 orang dengan rincian ditahan 37 orang, tidak ditahan 106. Sementara tersangka yang berkasnya telah diserahkan lengkap atau P21 tercatat sebanyak 15 berkas perkara di antaranya berkas dengan tersangka H. Bachtiar. Dengan demikian, tersangka pelaku illegal logging yang telah diserahkan mencapai 22 orang termasuk yang belum lengkap berkas perkaranya dengan barang bukti 2.306 batang kayu bulat atau 12.560 meter kubik, 1.323 meter kubik kayu olahan, 63 alat berat, 2 tongkang, 2 tug boat, 3 mobil, 7 chainsaw serta 23 alat lainnya.

Dari kewarganegaraan, sebanyak 151 tersangka adalah warga negara Indonesia, 12 warga negara Malaysia dan seorang warga negara Korea Selatan.

Personel yang memback-up Operasi Hutan Lestari II di Papua sejak Minggu (1/5) sore mulai kembali ke Jakarta. Hingga pagi ini sudah sekitar 1.000 personel Brimob yang diterbangkan dari Posko Operasi Hutan Lestari II di Sorong, Papua menuju Jakarta. Puncak pemulangan personel akan terjadi Jumat (6/5) mendatang. Posko Satgas Operasi Hutan Lestari II pun sudah mulai berkemas. Sesuai jadwal Satgas Operasi Hutan Lestari II akan berakhir Kamis (5/5). (hen)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece