
Kerjasama Militer
Isu HAM Masih Ganjal Pelaksanaan IMET
By Media Indonesia
May 8, 2005, 12:01
|
|
JAKARTA--MIOL: Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Robert Zoellick mengatakan, isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Timor-Timur dan perkembangan kasus Timika, masih menjadi ganjalan bagi pelaksanaan secara penuh program International Military Education and Training (IMET) bagi TNI.
"Dalam pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, fokus lebih pada reformasi pertahanan Indonesia," katanya kepada pers di Jakarta, Sabtu.
Zoellick mengatakan, kerja sama militer Indonesia dan AS termasuk IMET merupakan hal positif yang harus terus dikembangkan kedua negara di masa depan.
"Presiden Susilo adalah lulusan IMET. Ini merupakan contoh dan bukti bahwa program ini bermanfaat dan dapat memperkuat hubungan kerja sama militer kedua negara," ujarnya.
Zoellick mengatakan, kerja sama militer kedua negara juga harus dibarengi dengan upaya penegakkan hukum dan demokratisasi. IMET dapat menjadi kunci transisi dan reformasi bagi TNI, sekaligus tantangan bagi TNI untuk bersikap lebih profesional dan transparan.
Ia mengatakan AS sudah menerima hasil penyelidikan kasus Timika untuk langkah pelaksanaan program IMET pada tahap awal. Untuk melanjutkan program IMET harus ada tindak lanjut dari proses penyelidikan Timika dan beberapa persoalan HAM di Timtim. (Ant/O-5)
© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|