|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Militerisme
Yorris menilai tindakan itu sangat melanggar hak asasi manusia. Setiap aparat keamanan terutama kepolisian di Papua seharusnya melindungi masyarakat bukan sebaliknya memukul masyarakat tanpa dialog kemanusiaan. Hal itu dikemukakan Yorris kepada Pembaruan, Rabu pagi melalui telepon menanggapi situasi yang terjadi Selasa (10/5) di Abepura, Jayapura. Menurut Yorris, kekerasan seperti itu sudah berkali kali dilakukan aparat keamanan terhadap masyarakat sipil di Papua yang adalah warga negara Indonesia. Setiap warga harus dilindungi dengan baik. Bukan sebaliknya menghadapi masyarakat sebagai musuh. "Apabila ini tidak diproses secara hukum aparat keamanan terutama kepolisian akan terus bertindak semena-mena dalam menyelesaikan masalah-masalah di Papua dengan pendekatan kekerasan. Seharusnya pemerintah khususnya kepolisian melakukan pendekatan kemanusiaan bukan pendekatan laras bedil," kata Yorris. Ia meminta kepada komisi Nasional HAM untuk segera turun ke Papua untuk mencari data-data untuk proses penyelesaian masalah Abepura berdarah yang terjadi Selasa kemarin. "Apabila Komnas HAM tidak menyelesaikan persoalan ini secara baik rakyat Papua akan meneruskan ke komisi HAM PBB karena pelanggaran HAM yang terjadi di Papua selama 42 tahun ini diatas batas kemanusiaan," tandasnya. Ia juga meminta Kapolda Papua dicopot dari jabatannya karena memberikan komando yang tidak tepat kepada satuan keamanan di lapangan dengan menyelesaikan persoalan melalui kekerasan bukan mengedepankan dialog. "Kapolda seharusnya menginstruksikan kepada aparat di lapangan supaya semua persoalan diselesaikan dengan dialog. Bukan dengan pentungan dan laras bedil," katanya. © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|