|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Maluku
Kelima personel Brimob yang tewas, yaitu Brigadir Ronny Susanto, Brigadir Hasanuddin, Brigadir Teguh Aristianto, Briptu Slamet Harianto, dan Bharada Damanik. Sedangkan dua warga sipil, yakni Simon Petrus Sarpally, yang sehari-hari bekerja sebagai juru masak bagi 14 personel Brimob, dan seorang lagi anggota kelompok tidak dikenal bernama Abdullah. Menurut Komandan Brimob Polri Irjen J Wenas, penyerangan terhadap markas Brimob di Desa Loki dilakukan dini hari ketika anggota Brimob sedang tidur. Para penyerang yang belum diketahui identitasnya itu memberondong anggota Brimob yang sedang istirahat dari belakang markas. ''Penyerangan terjadi pukul 02.00 WIB dini hari. Mereka datang dari arah belakang markas yang merupakan lautan lepas. Para penyerang menaiki kapal cepat (speed boat) dan memberondong anggota Brimob yang sedang tidur di bagian belakang markas Brimob,'' kata Wenas kemarin. Mendengar suara berondongan senjata api dari arah belakang markas, petugas yang berjaga di bagian depan segera berlarian ke belakang untuk membalas serangan tersebut. ''Memang ada penyerang yang tertembak. Kini kami sedang memeriksa identitasnya,'' ujar Wenas, yang sedang berada di Bali saat dihubungi melalui telepon selulernya. Senjata organik Kelima personel Brimob dan satu anggota kelompok tidak dikenal kini telah dievakuasi ke Ambon setelah sebelumnya disemayamkan di Puskesmas Pembantu Desa Tanah Goyang, Seram Bagian Barat. Mereka dievakuasi ke Desa Hitu, Ambon, untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkari di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Ambon, kemarin siang. Insiden itu juga mengakibatkan seorang personel Brimob lain, Bharada Kasman, mengalami luka di kepala, tangan, dan lengan kanan karena tergores pecahan kaca. Sedangkan dua anggota kelompok tidak dikenal yang juga terluka, kini masih dicari polisi dan Brimob. Korban warga Desa Loki, Simon Petrus Sarpally, langsung dimakamkan di TPU setempat kemarin petang. Identitas kelompok penyerang maupun motif penyerangan masih belum diketahui. Walaupun demikian, Wenas sudah berkoordinasi dengan Polda Maluku untuk menyidik siapa saja pelaku dan otak di balik penyerangan tersebut. ''Situasi telah terkendali dan saya sudah berada di Desa Loki, sambil berkoordinasi dengan Kapolda Maluku Brigjen Aditya Warman yang juga sudah mengerahkan helikopter ke sana,'' ungkap Penjabat Bupati Seram Bagian Barat, Cak Saimima, kemarin. Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Komisaris Endro Prasetyo menyatakan kelima personel Brimob tersebut merupakan aparat yang diperbantukan (bawah kendali operasi/BKO) dari Kalimantan Timur (Kaltim). ''Komandan Detasemen Brimob BKO, Komisaris Nanta, juga telah tiba di Desa Loki untuk memantau situasi sekaligus mengecek penyebab insiden tersebut,'' tegas Endro. Endro mengatakan, berdasarkan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), para penyerang menggunakan senjata organik. Barang bukti yang ditemukan dan telah diamankan, yakni sepucuk senjata jenis SS, sebuah magasin US carbine, 18 selongsong peluru MK3, 15 selongsong peluru AK-47, delapan selongsong US carbine, dan dua buah bom rakitan. (San/Ant/X-8) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|