Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Maluku

Lima Personel Brimob Tewas Diserang
By Media Indonesia
May 17, 2005, 06:51

 
AMBON (Media): Lima personel Brimob yang bertugas di Desa Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, dan dua warga sipil tewas dalam sebuah serangan kelompok tidak dikenal dengan mengendarai kapal cepat dini hari kemarin.

Kelima personel Brimob yang tewas, yaitu Brigadir Ronny Susanto, Brigadir Hasanuddin, Brigadir Teguh Aristianto, Briptu Slamet Harianto, dan Bharada Damanik.

Sedangkan dua warga sipil, yakni Simon Petrus Sarpally, yang sehari-hari bekerja sebagai juru masak bagi 14 personel Brimob, dan seorang lagi anggota kelompok tidak dikenal bernama Abdullah.

Menurut Komandan Brimob Polri Irjen J Wenas, penyerangan terhadap markas Brimob di Desa Loki dilakukan dini hari ketika anggota Brimob sedang tidur. Para penyerang yang belum diketahui identitasnya itu memberondong anggota Brimob yang sedang istirahat dari belakang markas.

''Penyerangan terjadi pukul 02.00 WIB dini hari. Mereka datang dari arah belakang markas yang merupakan lautan lepas. Para penyerang menaiki kapal cepat (speed boat) dan memberondong anggota Brimob yang sedang tidur di bagian belakang markas Brimob,'' kata Wenas kemarin.

Mendengar suara berondongan senjata api dari arah belakang markas, petugas yang berjaga di bagian depan segera berlarian ke belakang untuk membalas serangan tersebut.

''Memang ada penyerang yang tertembak. Kini kami sedang memeriksa identitasnya,'' ujar Wenas, yang sedang berada di Bali saat dihubungi melalui telepon selulernya.


Senjata organik

Kelima personel Brimob dan satu anggota kelompok tidak dikenal kini telah dievakuasi ke Ambon setelah sebelumnya disemayamkan di Puskesmas Pembantu Desa Tanah Goyang, Seram Bagian Barat. Mereka dievakuasi ke Desa Hitu, Ambon, untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkari di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Ambon, kemarin siang.

Insiden itu juga mengakibatkan seorang personel Brimob lain, Bharada Kasman, mengalami luka di kepala, tangan, dan lengan kanan karena tergores pecahan kaca.

Sedangkan dua anggota kelompok tidak dikenal yang juga terluka, kini masih dicari polisi dan Brimob. Korban warga Desa Loki, Simon Petrus Sarpally, langsung dimakamkan di TPU setempat kemarin petang.

Identitas kelompok penyerang maupun motif penyerangan masih belum diketahui. Walaupun demikian, Wenas sudah berkoordinasi dengan Polda Maluku untuk menyidik siapa saja pelaku dan otak di balik penyerangan tersebut.

''Situasi telah terkendali dan saya sudah berada di Desa Loki, sambil berkoordinasi dengan Kapolda Maluku Brigjen Aditya Warman yang juga sudah mengerahkan helikopter ke sana,'' ungkap Penjabat Bupati Seram Bagian Barat, Cak Saimima, kemarin.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Komisaris Endro Prasetyo menyatakan kelima personel Brimob tersebut merupakan aparat yang diperbantukan (bawah kendali operasi/BKO) dari Kalimantan Timur (Kaltim).

''Komandan Detasemen Brimob BKO, Komisaris Nanta, juga telah tiba di Desa Loki untuk memantau situasi sekaligus mengecek penyebab insiden tersebut,'' tegas Endro.

Endro mengatakan, berdasarkan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), para penyerang menggunakan senjata organik. Barang bukti yang ditemukan dan telah diamankan, yakni sepucuk senjata jenis SS, sebuah magasin US carbine, 18 selongsong peluru MK3, 15 selongsong peluru AK-47, delapan selongsong US carbine, dan dua buah bom rakitan. (San/Ant/X-8)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece