Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Pesan Khusus
Opini Umum
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Pesan Khusus

PERJUANGAN PAPUA Vs PROPAGANDA (murahan ) INDONESIA
By Fred Wakum
May 25, 2005, 08:17

 
Setelah perjuangan dan Lobi Papua Barat di Luar Negri yang menunjukkan kemajuan nyata dan mendapat simpati Dunia yang mulai meluas, pemerintah Indonesiapun kini semakin gencar melakukan berbagai upaya secara terselubung untuk memecah-belahkan dan mendiskredit perjuangan kemerdekaan Papua, mulai dari Operasi Militer terselubung, pemberian Otonomi stengah hati, MRP yang KJ (Kurang jelas) dan berbagai upaya lainnya yang jika diurut akan semakin memanaskan hati kita.

Salah satu cara yang saat ini dilakukan adalah melalui Media Masa Pemerintah Indonesia ( Radio, Koran, Bulitin, Majalah, situs-situs di Internet dlsb ).Kesemuanya di tujukan untuk MEMBIASKAN PERJUANGAN PAPUA MERDEKA, sehingga masyarakat Papua yang tidak tanggap akan segera termakan oleh issue & propaganda (murahan ) versi Pemerintah Indonesia. Bila ini telah terjadi maka tujuan utama dari pemerintah Indonesia selanjutnya adalah merubah “lebel / predikat” para Pejuang Kemerdekaan Papua sebagai para : separatis menudian ke penjahat selanjutnya digiring sebagai teroris.

Sakit hati dan Marah itulah yang saat ini berkecamuk di dada setiap insan pejuang Papua, saat dipermainkan dengan Publikasi Murahan dan Kotor yang cenderung kearah Fitnah ala Pemerintah Indonesia. Senior Andy yang saat ini jadi bulan-bulanan pemberitaan tidak Fair dari Pers Indonesia adalah salah satu contoh yang saat ini sedang kita alami, selain peristiwa persidangan Filep Karma di Jayapura beberapa waktu yang lalu.

Perjuangan Papua Barat dari waktu ke watu terus mengalami penekanan dari berbagai sisi, termasuk diantaranya dalam “perang informasi”. Pemerintah Indonesia berusaha untuk memberikan kesan negative terhadap kebenaran perjuangan yang saat ini sedang di perjuangkan oleh para pejuang Papua Barat dimanapun berada.

Sekarang tergantung pada kita, apakah seratus persen mempercayai setiap pemberitaan itu atau tidak ?? bagi saya kita harus menggunakan sudut pandang yang lain dalam menilai pemberitaan “miring” mengenai setiap langkap perjuangan Papua yang saat ini kita lakukan, dengan suatu assumsi bahwa Pemerintah Indonesia sedang menggiring Bangsa Papua untuk membenci para Pahlawan yang sedang berjuang untuk membebaskan Tanah Papua dari cengraman penjajah. Karena jika sampai kita termakan propaganda murahan tersebut, maka pemerintah Indonesia tidak usah mengirimkan banyak tentara ke Papua, karena orang Papua sendiri yang akan memusuhi dan membasmi para pejuangnya sendiri, semacam perang saudara.Selanjutnya pihak Jakarta duduk dengan manis dan terkekeh-kekeh melihat kita saling menhujat dan baku bunuh antara saudara sendiri diatas Tanah Papua yang kita cintai.

***
Jangan kita banyak berharap akan mendapat porsi pemberitaan yang seimbang dari pemberitaan pers pemerintah Indonesia atau diberikan kesempatan kesempatan untuk meluruskan suatu pemberitaan sebagaimana kehidupan pers di negara-negara Demokrasi lainnya, karena Dokrasi yang di dengungkan oleh Pemerintah Indonesia adalah Demokrasi-demokrasian, artinya hanya dalam mimpi dan ucapan tetapi tidak pernah di dirasakan.

Sehingga bila kita termakan arus pemberitaan mereka maka kita akan semakin penasaran, marah dan frustasi itulah yang diharapkan, sehingga kita akan teledor dalam membuat suatu keputusan atau patah semangat seakan-akan tidak ada orang lain yang berpaling terhadap perjuangan ini, sehingga kita merasa berjalan sendirian yang berujung pada merosotnya semangat perjuangan.

******
Belajar dari Ketimpangan Informasi yang biasanya diterima secara di kalangan bawah, maka tidak ada salahnya untuk kita kembali memikirkan mengenai RADIO NASIONAL PAPUA yang pernah kita bicarakan beberapa waktu lalu, apakah masih relevan atau tidak pada suasana-suasana seperti saat ini. Dengan demikian kita juga mempunyai suatu sarana untuk menyampaikan informasi yang seimbang yang meluas kepada Masyarakat Papua maupun masyarakat Indonesia lainnya, sehingga terjadi balance dalam pemberitaan

Disamping itu MINGGUAN / TABLOID NASINAL PAPUA ON LINE yang dapat di download untuk dicetak / difotocopy perlu pula untuk segera di pikirkan secara bersama. Karena dari wadah-wadah inilah kita dapat pergunakannya sebagai sarana untuk mengcaounter setiap issue miring mengenai perjuangan suci Bangsa Papua

Juga PDP, mestinya Keadaan-keadaan seperti begini dapat tampil ke muka untuk memberikan klarifikasi mengenai masalah tersebut, karena PDP telah kita anggap sebagai payung dari pada perjuangan ini, dengan demikian memberikan suntikan moril / motivasi bagi para pejuang Papua yang saat ini sedang tertindas, sehingga bila nyawa menjadi taruhan maka meraka akan mati dengan tersenyum, bukan mati penasaran dengan mata melotot.

Saya juga tidak berani untuk mengkritik apalagi menasehati suatu wadah yang begitu besar dan telah diberikan tanggung jawab penuh oleh masyarakat Papua dalam Kongres Nasional Papua II di Port Numbay yang akan membawa kita ke tanah Kanaan, karena pasti telah mempersiapkan segala sesuatu mengenai perjuangan ini dengan cara yang sistimatis dan rapih, apalagi ditunjang oleh personil yang sangat mumpuni dalam bidangnya.

Hanya saja, apakah sebuah pernyataan terbuka mengenai apa yang sedang kita hadapi ini perlu segera disampaikan ataukah permasalahan permasalahan ini masih termasuk kategori biasa sehingga PDP masih bungkam seribu bahasa ???

------------------
Fred Wakum
Jalan KH Dewantara
Timika - Papua

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece