Update Terakhir: Jun 2nd, 2005 - 23:07:16
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
LNG BP Bintuni

Jepang Investasi 150 Miliar Yen di Proyek LNG Tangguh
By SP Daily
Jun 2, 2005, 23:06

 
Tokyo, Delapan perusahaan asal Jepang, Senin (30/5) mengumumkan akan menginvestasikan dana senilai 150 miliar yen (sekitar Rp 12 triliun) di proyek gas alam cair (Liquefied Natural Gas/ LNG) Tangguh, di Papua, yang merupakan proyek LNG terbesar kedua di dunia. Total investasi yang diperlukan di proyek itu mencapai US$ 6 miliar (sekitar Rp 54 miliar), yang separuh di antaranya didanai oleh perusahaan-perusahaan energi.

Sebagaimana dikutip asahi.com, Selasa (31/5), kontribusi perusahaan-perusahaan Jepang akan mencapai 45,88 persen. Sementara kontribusi terbesar di proyek yang direncanakan mulai berproduksi pada 2008 itu akan diberikan oleh perusahaan energi terkemuka asal Inggris, BP, yang mencapai 37,16 persen.

Mulai akhir 2008, Proyek Tangguh diharapkan menghasilkan LNG dengan volume 7,6 juta ton gas dari tiga blok penambangan. Sejauh ini, hanya Proyek Sakhalin II di Rusia yang produksinya lebih besar daripada Tangguh, dengan volume 9,6 juta ton per tahun mulai tahun fiskal 2007.

Berdasarkan cetak biru Proyek Tangguh, produksi yang dihasilkan menurut rencana akan menyuplai kebutuhan LNG di sejumlah negara, di antaranya Cina (2,6 juta ton per tahun), Korea Selatan (1,35 juta ton per tahun), dan Amerika Utara (3,7 juta ton per tahun).

Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Tokyo, Jepang, saat ini, di antaranya akan membahas tindak lanjut dari rencana investasi tersebut.

Diungkapkan pula, JGC Corp (Jepang) dan Kellog Brown & Root Inc (anak perusahaan dari Halliburton asal AS) mendapat jatah untuk membangun fasilitas LNG senilai US$ 1,8 miliar.

Sementara itu blok penambangan LNG di Berau, dikontrol oleh Mitsubishi Corp, Inpex Corp, Nippon Oil Corp, Kanematsu Corp, dan BP. Blok Wiriagar, dikontrol oleh Kanematsu, Mitsui & Co, dan China National Offshore Oil Corp (CNOOC).

Sedangkan blok Muturi dikontrol oleh BP, CNOOC, dan LNG Japan Corp yang terafiliasi dengan Sojitz Corp dan Sumitomo Corp. (A-17)



© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece