|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
LNG BP Bintuni
Sebagaimana dikutip asahi.com, Selasa (31/5), kontribusi perusahaan-perusahaan Jepang akan mencapai 45,88 persen. Sementara kontribusi terbesar di proyek yang direncanakan mulai berproduksi pada 2008 itu akan diberikan oleh perusahaan energi terkemuka asal Inggris, BP, yang mencapai 37,16 persen. Mulai akhir 2008, Proyek Tangguh diharapkan menghasilkan LNG dengan volume 7,6 juta ton gas dari tiga blok penambangan. Sejauh ini, hanya Proyek Sakhalin II di Rusia yang produksinya lebih besar daripada Tangguh, dengan volume 9,6 juta ton per tahun mulai tahun fiskal 2007. Berdasarkan cetak biru Proyek Tangguh, produksi yang dihasilkan menurut rencana akan menyuplai kebutuhan LNG di sejumlah negara, di antaranya Cina (2,6 juta ton per tahun), Korea Selatan (1,35 juta ton per tahun), dan Amerika Utara (3,7 juta ton per tahun). Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Tokyo, Jepang, saat ini, di antaranya akan membahas tindak lanjut dari rencana investasi tersebut. Diungkapkan pula, JGC Corp (Jepang) dan Kellog Brown & Root Inc (anak perusahaan dari Halliburton asal AS) mendapat jatah untuk membangun fasilitas LNG senilai US$ 1,8 miliar. Sementara itu blok penambangan LNG di Berau, dikontrol oleh Mitsubishi Corp, Inpex Corp, Nippon Oil Corp, Kanematsu Corp, dan BP. Blok Wiriagar, dikontrol oleh Kanematsu, Mitsui & Co, dan China National Offshore Oil Corp (CNOOC). Sedangkan blok Muturi dikontrol oleh BP, CNOOC, dan LNG Japan Corp yang terafiliasi dengan Sojitz Corp dan Sumitomo Corp. (A-17) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|