Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
LNG BP Bintuni

Jepang Investasi 150 Miliar Yen di Proyek LNG Tangguh
By SP Daily
Jun 2, 2005, 23:06

 
Tokyo, Delapan perusahaan asal Jepang, Senin (30/5) mengumumkan akan menginvestasikan dana senilai 150 miliar yen (sekitar Rp 12 triliun) di proyek gas alam cair (Liquefied Natural Gas/ LNG) Tangguh, di Papua, yang merupakan proyek LNG terbesar kedua di dunia. Total investasi yang diperlukan di proyek itu mencapai US$ 6 miliar (sekitar Rp 54 miliar), yang separuh di antaranya didanai oleh perusahaan-perusahaan energi.

Sebagaimana dikutip asahi.com, Selasa (31/5), kontribusi perusahaan-perusahaan Jepang akan mencapai 45,88 persen. Sementara kontribusi terbesar di proyek yang direncanakan mulai berproduksi pada 2008 itu akan diberikan oleh perusahaan energi terkemuka asal Inggris, BP, yang mencapai 37,16 persen.

Mulai akhir 2008, Proyek Tangguh diharapkan menghasilkan LNG dengan volume 7,6 juta ton gas dari tiga blok penambangan. Sejauh ini, hanya Proyek Sakhalin II di Rusia yang produksinya lebih besar daripada Tangguh, dengan volume 9,6 juta ton per tahun mulai tahun fiskal 2007.

Berdasarkan cetak biru Proyek Tangguh, produksi yang dihasilkan menurut rencana akan menyuplai kebutuhan LNG di sejumlah negara, di antaranya Cina (2,6 juta ton per tahun), Korea Selatan (1,35 juta ton per tahun), dan Amerika Utara (3,7 juta ton per tahun).

Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Tokyo, Jepang, saat ini, di antaranya akan membahas tindak lanjut dari rencana investasi tersebut.

Diungkapkan pula, JGC Corp (Jepang) dan Kellog Brown & Root Inc (anak perusahaan dari Halliburton asal AS) mendapat jatah untuk membangun fasilitas LNG senilai US$ 1,8 miliar.

Sementara itu blok penambangan LNG di Berau, dikontrol oleh Mitsubishi Corp, Inpex Corp, Nippon Oil Corp, Kanematsu Corp, dan BP. Blok Wiriagar, dikontrol oleh Kanematsu, Mitsui & Co, dan China National Offshore Oil Corp (CNOOC).

Sedangkan blok Muturi dikontrol oleh BP, CNOOC, dan LNG Japan Corp yang terafiliasi dengan Sojitz Corp dan Sumitomo Corp. (A-17)



© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece