|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Militerisme
Dalam pertemuan tertutup di LBH yang dipimpin langsung oleh Paskalis Letsoin, Piter Ell, Anum Siregar, Alosius Renwarin bertemu dengan para korban keganasan Abe berdarah. Dalam pertemuan itu, para pentolan LSM ini mengatakan kepada para korban bahwa "Konflik 10 Mei 2005 telah membuka mata dunia tentang perjuangan Papua Merdeka dan konflik seperti ini yang harus dipertahankan terus, kata Paskalis Letsoin" anak-anak activist merasa senang dengan komentar seorang imigran asal Kei bersama para pentolan LSM Papua lainnya. Para korban Abepura ini tidak sadar bahwa para jempolan imigran ini sedang menertawakan mereka karena telah berhasil menipu para korban sehingga scenario Paskalis Letsoin bersama Piter Ell, Anum Siregar, Alosius Renwarin telah berhasil mengelabui maksud terselubung mereka. Peristiwa Abepura berdarah tidak ada orang pendatang atau pantura atau adik-adik para LSM ini. Luar biasa sekali hasil scenario LBH Papua bersama LSM lainya telah membuahkan hasil yang cukup gemilang. Ketika Filep Karma dan Yusak Pakage di Pengadilan akan diputuskan oleh Majelis Hakim, pengadilan menunggu pembela hukum Filep dan Yusak tetapi Paskalis Letsoin yang harus mendapingi Filep-Yusak sengaja datang terlambat ke pengadilan lalu telepon ke salah seorang aktivis kontras bahwa "suruh adik-adik itu, bertahan terus karena pengadilan tanpa pembela hukum itu sudah melanggar hukum", kata Paskalis via HP ke massa sambil paskalis putar-putar dilingkaran dengan mobil kuda berwarna merah. Tidak masuk akal sekali, pengadilan sedang menunggu Paskalis Letsoin yang juga sebagai Pembela Hukum sengaja tidak hadir, hal ini telah diskenariokan oleh Letsoin bersama Pengadilan, Polres, agar terjadi bentrok. Sehingga yang menjadi pertanyaan siapakah yang akan dijadikan sebagai kambing hitam ? yang sedang manjadi perhatian Paskalis, Piter Ell, Anum Siregar, Frits Ramandey untuk dijadikan sebagai biang kerok. Tidak mengherankan kalau dalam media cepos " Piter Ell dan Paskalis Letsoin pergi merontak ke Polda Papua karena ada kiriman kepala anjing dari warga NKRI" yang dengan sengaja diatur oleh Paskalis dkk sendiri untuk mengelabui public agar pemutusan Pengadilan atas Filep (15 thn) dan Yusak (10 thn) berjalan aman dan terkendali tanpa ada kecurigaan masyarakat Papua, sehingga rakyat Papua memenuhi syarat untuk ditipu oleh Paskalis Letsoin, Piter Ell, Anum Siregar, Frits Ramandey dan Pengadilan Negeri Jayapura. Sebelum 1 hari pemutusan sudah ada hadiah kepala anjing lalu keesokan harinya pengadilan negeri memutuskan hukuman tahanan kepada kedua orang tersebut. Sampai berita ini diturunkan hasil investagasi kepala anjing belum dilaporkan oleh pihak Polda Papua. Orang-orang pendatang ketika menonton dalam media Metro TV atas bentrokan antara Brimob, Milisi imigran dengan massa saat pemutusan pengadilan terhadap Filep dan Yusak mereka sangat senang sekali dan menertawakan sambil mengejek "kamu orang Papua mati sudah, tobat! rasain lo disitu". Orang-orang Pendatang tidak punya keperdulian sama sekali dengan perjuangan Papua, jika mereka punya keperdulian terhadap perjuangan ini maka Paskalis Letsoin, Piter Ell, Anum Siregar dan Frits Ramandey harus mengatakan kepada orang-orang pendatang agar menyadari bahwa ini tanah, gunung, milik orang Papua dan menyuruh orang-orang pendatang untuk pulang kembali ke kampung mereka masing-masing tanpa harus ada onflik dengan rakyat Papua. Sebelum bentrok di pengadilan ada seorang Pantura bernama Maikel Rumaropen (mata-mata Esham yang di pasang dalam parlemen jalanan) yang angkat kayu kesana kemari didepan polisi-polisi dan para massa untuk membakar semangat massa untuk bentrok. Tetapi ketika bentrok dia yang sudah duluan kabur menyelamatkan diri ke gunung belakang kali acai Kota raja. Sehingga, kita semua harus menyadari bahwa orang pendatang tidak akan pernah memerdekakan orang Papua. (RaBiNCoLLer) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|