Update Terakhir: Jun 12th, 2005 - 18:58:21
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

PASTOR IGO LATTU, OEC MENGHAMILI SEORANG GADIS TIMIKA
By SPMNews Amole
Jun 12, 2005, 17:51

 
TIGA RAJA -(SPMNews)-- Keuskupan Tiga Raja Timika mulai menunjukkan taringnya akhir-akhir ini dengan mengharumkan nama baik Keuskupan Katedral Timika yang dipimpin oleh seorang uskup imigran asal Kei yang dipilih penuh dengan rekayasa.

Pastor Igo Lattu, seorang putra Kei berhasil menghamili seorang gadis Timika. Kehadiran pastor-pastor imigran yang telah terbiasa melakukan hal-hal ini. Kenyataan ini, terjadi sejak injil masuk ke tanah Papua. Missi Katolik masuk ke Meroke, pastor-pastor paling banyak berasal dari imigran salah satunya adalah pastor-pastor Kei, Flores, Jawa dan uskup-uskup yang ada di Papua. Tugas mereka adalah untuk melayani umat tetapi kenyataan dilapangan para pastor imigran ini banyak sekali menghamili gadis-gadis pribumi.

Hasil hubugan gelap Pastor Igo Lattu, OEC dengan gadis Timika telah disembunyikan mati-matian oleh Uskup Timika yang juga putra terbaik Kei. Uskup Timika bisa naik karena direkayasa oleh dewan-dewan Agung Jayapura, KWI Pusat untuk menyelamatkan kepentingan imigran di Tanah Papua.

Sampai berita ini diturunkan pastor Igo Lattu, OEC tidak mendapat hukuman karena mendapat perlindungan Uskup Timika.

Ketika Crew SPMNews Amole berhasil bertemu dengan korban dirumahnya, menurutnya Uskup Timika dan pastor Lattu, "melarang saya untuk buka mulut, kalau adik ceritakan ini Tuhan Yesus dan Bunda Maria akan mengutuk engkau selama-lamanya dan anda tidak akan masuk surga"

Jika kita menyimak kata-kata Uskup dan pastor adalah "manusia serigala" atau "Kepala Uskup seks dan pastor pelayan seks" sehingga keberadaan pastor-pastor pendatang di seluruh tanah Papua hanya untuk melayani nafsu-nafsu seks, uang dan jabatan.

Hal ini sengaja dipelihara oleh lembaga kejahatan agama Katolik yang adalah milik orang pendatang alyas imigran (Moron Sandino)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece