Update Terakhir: Jun 12th, 2005 - 18:52:18
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

USKUP LEO LABA LAJAR MENGUSIR PEKERJA PRIBUMI PAPUA DAN MENGGANTIKAN PARA IMIGRAN DARI JAKARTA DEMI MEMPERJUANGKAN UANG 18 MILYAR
By SPMNews Port Numbay
Jun 12, 2005, 17:58

 
JAYAPURA -(SPMNews)-- Toko buku Labour Jayapura, milik missi Katolik yang memperkerjakan beberapa penduduk pribumi Papua terpaksa diusir oleh Uskup Leo Laba Lajar dan menggantikan mereka dengan imigran pendatang yang dikirim langsung dari Jakarta untuk memperjuangkan uang 18 Milyar.

Toko Labor dibeli oleh toko buku gramedia senilai 18 milyar. Para petugas yang selama ini bekerja di Toko Labor terpaksa diusir dan saat ini mereka tak punya pekerjaan lagi untuk mencari nafkah bagi keluarga dan kehidupan mereka.

Sulit menilai ultimatum, himbauan dan ajakan seorang Uskup Leo Laba Lajar putra alor Flores imigran pendatang tersebut dalam sudut pandang logika orang waras dan sopan santun ajaran katolik. Bebepara petugas pribumi adalah orang asli Papua tetapi kini dirumakan. Tidak ada "legiun asing" sebagaimana yang dimiliki oleh Roma.

Sementara itu, Uskup Leo Laba Lajar orang imigran pendatang Flores yang ribuan kilometer dari Papua. Tak punya hubungan kekerabatan dengan rakyat, bangsa dan umat katolik pribumi Papua sekalipun. Mungkin karena merasa sebagai Uskup Jayapura, sebuah gereja katedral NKRI, uskup Leo berhak mengusir orang-orang pribumi Papua "pemilik rumah" dalam rumah aslinya sendiri sehingga merasa berwewenang memerintah para "pembantu rumah" untuk angkat kaki demi menyelamatkan dana 18 milyar.

Lembaga Keuskupan yang ada diseluruh tanah Papua adalah lembaga kejahatan, karena masih menerapkan politik rasis dalam lembaga keuskupan Jayapura untuk mengusir seluruh penduduk pribumi Papua dan mengantikannya dengan imigran agar gereja-gereja, lembaga-lembaga yang ada di Papua hanya untuk membela mati-matian kepentingan dan keselamatan imigran di Tanah Papua. Bukanya datang untuk membawa kabar Yesus Kristus sebagai sang pembebas. ( Liem Zyan)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece