
Kejahatan Milisi
USKUP LEO LABA LAJAR MENGUSIR PEKERJA PRIBUMI PAPUA DAN MENGGANTIKAN PARA IMIGRAN DARI JAKARTA DEMI MEMPERJUANGKAN UANG 18 MILYAR
By SPMNews Port Numbay
Jun 12, 2005, 17:58
|
|
JAYAPURA -(SPMNews)-- Toko buku Labour Jayapura, milik missi Katolik yang memperkerjakan beberapa penduduk pribumi Papua terpaksa diusir oleh Uskup Leo Laba Lajar dan menggantikan mereka dengan imigran pendatang yang dikirim langsung dari Jakarta untuk memperjuangkan uang 18 Milyar.
Toko Labor dibeli oleh toko buku gramedia senilai 18 milyar. Para petugas yang selama ini bekerja di Toko Labor terpaksa diusir dan saat ini mereka tak punya pekerjaan lagi untuk mencari nafkah bagi keluarga dan kehidupan mereka.
Sulit menilai ultimatum, himbauan dan ajakan seorang Uskup Leo Laba Lajar putra alor Flores imigran pendatang tersebut dalam sudut pandang logika orang waras dan sopan santun ajaran katolik. Bebepara petugas pribumi adalah orang asli Papua tetapi kini dirumakan. Tidak ada "legiun asing" sebagaimana yang dimiliki oleh Roma.
Sementara itu, Uskup Leo Laba Lajar orang imigran pendatang Flores yang ribuan kilometer dari Papua. Tak punya hubungan kekerabatan dengan rakyat, bangsa dan umat katolik pribumi Papua sekalipun. Mungkin karena merasa sebagai Uskup Jayapura, sebuah gereja katedral NKRI, uskup Leo berhak mengusir orang-orang pribumi Papua "pemilik rumah" dalam rumah aslinya sendiri sehingga merasa berwewenang memerintah para "pembantu rumah" untuk angkat kaki demi menyelamatkan dana 18 milyar.
Lembaga Keuskupan yang ada diseluruh tanah Papua adalah lembaga kejahatan, karena masih menerapkan politik rasis dalam lembaga keuskupan Jayapura untuk mengusir seluruh penduduk pribumi Papua dan mengantikannya dengan imigran agar gereja-gereja, lembaga-lembaga yang ada di Papua hanya untuk membela mati-matian kepentingan dan keselamatan imigran di Tanah Papua. Bukanya datang untuk membawa kabar Yesus Kristus sebagai sang pembebas. ( Liem Zyan)
© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|