Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

USKUP LEO LABA LAJAR MENGUSIR PEKERJA PRIBUMI PAPUA DAN MENGGANTIKAN PARA IMIGRAN DARI JAKARTA DEMI MEMPERJUANGKAN UANG 18 MILYAR
By SPMNews Port Numbay
Jun 12, 2005, 17:58

 
JAYAPURA -(SPMNews)-- Toko buku Labour Jayapura, milik missi Katolik yang memperkerjakan beberapa penduduk pribumi Papua terpaksa diusir oleh Uskup Leo Laba Lajar dan menggantikan mereka dengan imigran pendatang yang dikirim langsung dari Jakarta untuk memperjuangkan uang 18 Milyar.

Toko Labor dibeli oleh toko buku gramedia senilai 18 milyar. Para petugas yang selama ini bekerja di Toko Labor terpaksa diusir dan saat ini mereka tak punya pekerjaan lagi untuk mencari nafkah bagi keluarga dan kehidupan mereka.

Sulit menilai ultimatum, himbauan dan ajakan seorang Uskup Leo Laba Lajar putra alor Flores imigran pendatang tersebut dalam sudut pandang logika orang waras dan sopan santun ajaran katolik. Bebepara petugas pribumi adalah orang asli Papua tetapi kini dirumakan. Tidak ada "legiun asing" sebagaimana yang dimiliki oleh Roma.

Sementara itu, Uskup Leo Laba Lajar orang imigran pendatang Flores yang ribuan kilometer dari Papua. Tak punya hubungan kekerabatan dengan rakyat, bangsa dan umat katolik pribumi Papua sekalipun. Mungkin karena merasa sebagai Uskup Jayapura, sebuah gereja katedral NKRI, uskup Leo berhak mengusir orang-orang pribumi Papua "pemilik rumah" dalam rumah aslinya sendiri sehingga merasa berwewenang memerintah para "pembantu rumah" untuk angkat kaki demi menyelamatkan dana 18 milyar.

Lembaga Keuskupan yang ada diseluruh tanah Papua adalah lembaga kejahatan, karena masih menerapkan politik rasis dalam lembaga keuskupan Jayapura untuk mengusir seluruh penduduk pribumi Papua dan mengantikannya dengan imigran agar gereja-gereja, lembaga-lembaga yang ada di Papua hanya untuk membela mati-matian kepentingan dan keselamatan imigran di Tanah Papua. Bukanya datang untuk membawa kabar Yesus Kristus sebagai sang pembebas. ( Liem Zyan)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece