Update Terakhir: Jun 30th, 2005 - 15:24:27
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kegiatan Logging

Tuntutan Maksimal buat Pelaku 'Illegal Logging di Papua
By Media Indonesia
Jun 30, 2005, 15:22

 
Jayapura, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Suhartoyo menegaskan penanganan hukum terhadap kasus-kasus illegal logging di Papua tetap mendapat prioritas utama.

Karena itu, menurut dia, tuntutan hukum yang kini disiapkan para jaksa tetap berada langsung di bawah koordinasi dan kendalinya secara terpusat.

"Walaupun sekarang pengusutan terhadap kasus illegal logging seolah tidak terdengar lagi, kami akan terus menindaklanjutinya dengan mempersiapkan tuntutan maksimal. Itu komitmen kami," tegasnya kepada Media di Jayapura kemarin (27/6).

Suhartoyo mengungkapkan, saat ini ada 83 kasus illegal logging hasil kegiatan Operasi Hutan Lestari (OHL) II dan Operasi Matoa II yang digelar instansi terkait.

Dari 16 kasus yang terjadi di wilayah hukum Jayapura, kata dia, seluruhnya sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan. Di Kabupaten Fak-Fak terdapat empat kasus, satu sudah dilimpahkan ke pengadilan dan tiga lainnya masih dalam proses hukum di tingkat kepolisian. Di Kabupaten Merauke, ada dua kasus, tapi baru satu kasus yang dilimpahkan ke pengadilan. Di Nabire, terdapat tujuh kasus, enam di antaranya sudah masuk tahap persidangan, satu kasus lainnya masih dalam tahap pemberkasan. Di Sorong ada 13 kasus, enam kasus di antaranya berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap (P21), selebihnya masih dalam proses.

Sedangkan di Kabupaten Mimika, masih menurut Suhartoyo, ada 11 kasus dan semuanya dalam proses pemberkasan. Kasus paling banyak di Manokwari, yakni sebanyak 25 kasus, 13 di antaranya sudah dilimpahkan ke pengadilan.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar BHP Sitompul kepada Media menjelaskan, lewat Operasi Hutan Lestari II, aparat berhasil menangkap 183 tersangka pelaku illegal logging, 14 di antaranya warga negara asing.



© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece