Update Terakhir: Jul 6th, 2005 - 03:10:09
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Konservasi
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Ekologi/ Ekosistem

Cagar Alam Cycloops di Jayapura Rusak Berat, Sejumlah Satwa Sedang Menuju Kepunahan
By Kompas
Jul 6, 2005, 03:01

 
Sentani, Kompas - Kondisi Cagar Alam Pegunungan Cycloops di perbatasan Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura saat ini sangat memprihatinkan. Bukit- bukit yang di dalamnya terdapat hutan lindung hancur akibat alat berat, pengambilan bahan material, penebangan ilegal, dan pembangunan permukiman penduduk.

Gubernur Papua JP Solossa mengatakan hal ini seusai membuka semiloka pengelolaan hutan alam produksi lestari berbasis masyarakat adat yang diselenggarakan WWF Papua di Sentani, Selasa, (5/7).

Kerusakan Cagar Alam Cycloops akan membawa bencana besar bagi masyarakat Jayapura. Kondisi Cagar Alam Cycloops atau sering disebut Dofonsoro saat ini sangat memprihatinkan.

Oleh karena itulah, Dinas Kehutanan Papua bekerja sama dengan kepolisian segera membuat police line di kawasan tertentu yang mengalami rusak berat.

Terjadi penggalian bukit-bukit yang di dalamnya terdapat hutan lindung, mulai dari Kota Jayapura sampai Kabupaten Jayapura. Tampak bukit-bukit itu gundul dengan sejumlah batu besar bertengger di atasnya.

Batu-batuan dan kerikil setiap saat menggelinding dari puncak bukit. Penggalian terhadap bukit-bukit itu dilakukan untuk mengambil bahan material seperti pasir, batu, tanah liat, dan kayu untuk pembangunan.

Setelah bukit digali dan diratakan, masyarakat membangun permukiman di atas lahan itu. Padahal, bukit-bukit itu sebagai daerah resapan air. Selama ini, Danau Sentani yang mempunyai luas 9.750 hektar mendapatkan air dari bukit-bukit tersebut.

Menuju kepunahan

Penggalian bukit yang sudah berlangsung sejak tahun 2000 itu juga turut mendukung proses pendangkalan Danau Sentani. Menurut Solossa, bencana seperti kekeringan sumber air, longsor, dampak dari gempa bumi, kerusakan hutan lindung, dan sejumlah satwa langka sedang menuju kepunahan, terjadi di wilayah itu.

Perhatian kedua pemerintah setempat terhadap Cagar Alam Cycloops sangat rendah. Bahkan kebijakan membangun daerah itu cenderung mengabaikan cagar alam tersebut.

”Daripada dibiarkan, saya perintahkan kepada kepala dinas kehutanan dan instansi terkait membuat police line pada daerah-daerah yang sudah sangat memprihatinkan. Memang ini pekerjaan yang tidak mudah tetapi harus dilakukan untuk mengamankan kondisi yang ada,” kata Solossa.

Cagar Alam Cycloops dengan luas 22.522 hektar ini membentang dari Teluk Tanah Merah dan Teluk Yos Sudarso di sebelah barat, Samudra Pasifik di sebelah utara, serta Danau Sentani-Kota Jayapura di sebelah selatan.

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece