Update Terakhir: Jul 7th, 2005 - 20:16:25
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kegiatan Logging

Terapkan Prinsip Hutan Produksi Lestari di Papua
By Kompas
Jul 7, 2005, 20:15

 
Sentani, Kompas - Prinsip pengelolaan hutan berbasis produksi lestari sudah saatnya ditegakkan untuk mencegah penebangan liar (illegal logging) di berbagai wilayah di Papua. Sistem ini lebih mengutamakan pelestarian hutan dan memberdayakan masyarakat pemilik hak ulayat. Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) dalam praktiknya cenderung tidak diterapkan pada semua kondisi hutan yang sangat beragam di Papua.

Direktur WWF Bioregion Sahul Papua Benja Viktor Mambay di sela-sela Semiloka Hutan Produksi Berbasis Masyarakat Adat, di Sentani, Rabu (7/6), mengatakan, persoalan penebangan liar di Papua tidak harus diatasi dengan penghentian seluruh kegiatan pengelolaan hutan sebagaimana dilakukan saat Operasi Hutan Lestari (OHL) II di Papua selama sekitar dua bulan terakhir. Sebab, itu tidak menyelesaikan semua persoalan sekitar hutan.

Semiloka yang diikuti hampir seluruh komponen masyarakat itu bertujuan memantapkan program pelestarian hutan berbasis hutan produksi lestari.

Menurut Mambay, masyarakat tak boleh dilarang mengelola hutan di tanah kelahirannya, tetapi mereka juga tak boleh dibiarkan melakukan penebangan secara tidak teratur. Sistem TPTI yang dikeluarkan pemerintah tidak cocok diterapkan di lapangan karena kondisi biofisik hutan sangat variasi, seperti tipe hutan Australasia di Papua.

Kepala Dinas kehutanan Papua Ir Marthen Kayoi mengemukakan, luas hutan di Papua 40,5 juta hektar, 20,9 juta hektar di antaranya hutan produksi. Kawasan hutan yang rusak mencapai 3,7 juta hektar. (kor)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece