Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Acheh

TNI Kejar Penembak Warga Belanda di Aceh, Menlu Sesalkan Penembakan terhadap WN Belanda di Aceh
By
Jul 10, 2005, 04:09

 


Banda Aceh, Sabtu
Pasukan TNI di Aceh hingga saat ini terus mengejar
para pelaku penembakan warga negara (WN) Belanda,
Marije Mellegers (21).

"Aparat TNI di Aceh Selatan terus mengejar dan
pelakunya adalah anggota kelompok Gerakan Separatis Ac
eh (GSA)," tegas Kepala Dinas Penerangan Kodam
Iskandar Muda (Pendam-IM) Letkol (CAJ) Ahmad Husein di
Banda Ac eh, Sabtu (9/7).

Mahasiswi asal Belanda itu tertembak pada salah satu
pahanya, Kamis (7/7) sekitar pukul 21.15 WIB ketika
mobil yang ditumpangi bersama tiga temannya
diberondong anggota kelompok pemberontak Ac eh di
kawasan Desa Jambo Manyang/Kluet Utara, Ac eh Selatan.

Dikatakannya, korban menumpang pribadi kendaraan
kijang bernomor polisi B 499 GB, setelah mereka
mengunjungi Meulaboh, ibukota Ac eh Barat dalam
perjalanan kembali ke Medan, Sumatera Utara (Sumut)
melalui Tapak Tuan. Lokasi penembakan korban berada
sekitar 460 KM dari kota Banda Ac eh.

Menurut Husein, penembakan terhadap warga negara asing
dalam wilayah Nanggroe Ac eh merupakan peristiwa kedua
pasca bencana gempa dan tsunami, 26 Desember 2004,
setelah yang pertama seorang relawan kemanusiaan asal
Hongkong.

Aksi kekerasan yang dilakukan para pemberontak Ac eh
terhadap masyarakat spipil akhir-akhir ini cenderung
meningkat karena mereka mulai kehabisan logistik,
seperti melakukan penculikan, perampokan dan
pembunuhan terhadap orang tidak berdosa.

"Mereka (GAM-red) kini mulai kesulitan logistik karena
lari kehutan dikejar aparat TNI, sedangkan turun
kekampung ditangkap masyarakat. Maka dalam upaya
mendapatkan logistik para pemberontak itu sering
melakukan berbagai bentuk tindak kekerasan terhadap
warga sipil," katanya.

Sebelumnya, Komandan Kodim 0107 Ac eh Selatan, Letkol
(Inf) H Jamhur Ismail secara tegas mengklaim pelaku
penyerangan atas wanita asal Belanda itu adalah
kelompok GAM yang berkekuatan diperkirakan sekitar
delapan orang. "Kami memperkirakan mereka sekitar
delapan orang dengan kekuatan senjata tiga pucuk,"
katanya.

Wanita asal Belanda itu kini telah dievakuasi ke Medan
untuk mendapatkan perawatan lebih inteisf, sedangkan
teman korban semua selamat dari maut penyerangan yang
dilakukan kelompok GAM di tengah kegelapan malam itu.


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece