Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Kesehatan

Papua Memasuki Era Pandemi AIDS
By Kompas
Jul 11, 2005, 20:34

 
Jayapura, Kompas - Kasus HIV/AIDS di Papua memasuki tahap pandemi. Per 30 Juni 2005 jumlahnya mencapai 1.910 kasus 1.133 mengidap HIV dan 777 mengidap AIDS. Ratusan remaja di daerah paling terpencil pun sudah terinfeksi.

Kepala Perwakilan Aksi Stop AIDS Gunawan Ingkokusumo di sela-sela pembukaan Jambore Regional IV Maluku-Papua dan PNG di Bumi Perkemahan Cenderawasih di Jayapura, Sabtu (9/7), mengatakan, jambore pramuka penggalang, 9-16 Juni 2005 di Waena, Jayapura, itu akan dimanfaatkan untuk kampanye pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS.

Data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua atas perkembangan terakhir kasus HIV/AIDS di semua kabupaten/kota sampai 30 Juni makin meresahkan. Ada sekitar 1.910 kasus HIV/AIDS, kata Gunawan.

Kabupaten terjauh dari Kota Jayapura hanya bisa dicapai dengan pesawat, seperti Puncak Jaya dan Paniai—sudah terinfeksi virus HIV/AIDS, masing-masing dua remaja. Di kampung terpencil Moanamani, 200 kilometer barat Nabire, juga ada dua kasus.

Dari 1.910 kasus, 700 kasus ditemukan di Kabupaten Merauke, menyusul Mimika 592 kasus, Kota Jayapura 173 kasus, dan Kota Sorong 146 kasus. Sebanyak 74 persen penderita adalah etnis Papua, sekitar 1.413 orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Perbandingan jumlah penduduk etnis Papua dan non-Papua yaitu 50:50 dari 2,4 juta penduduk (tahun 2002).

Pasokan berbagai jenis minuman keras (miras) menyentuh mulai dari pesisir pantai sampai ke pegunungan. Menurut Gunawan, hal ini disebabkan kualitas hidup etnis Papua yang lebih rendah dibandingkan dengan pendatang yang memang datang untuk mencari nafkah. Penduduk asli banyak menenggak miras dan terdorong mempraktikkan seks bebas di lokalisasi dan di sejumlah tempat hiburan.

Staf senior Dinas Kesehatan Papua menjelaskan, awal April 2005 ditemukan 731 kasus baru. Dari jumlah ini, kelompok ibu rumah tangga 189 kasus atau 25,9 persen, petani 161 kasus atau 22,8 persen, dan balita 20 kasus. Para ibu rumah tangga terinfeksi HIV dari suami yang sering melakukan hubungan seks dengan para pekerja seks komersial.

Banyak pejabat di sini tidak mau peduli. Mereka sibuk dengan otonomi khusus, tetapi mereka tidak paham kasus HIV/AIDS sudah sangat mengancam populasi etnis Papua, katanya. (kor)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece