Update Terakhir: Jul 15th, 2005 - 09:20:23
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kecelakaan

Menhub Akhirnya Perhatikan Peristiwa Tenggelamnya KMP Digoel
By Kompas
Jul 15, 2005, 09:19

 
Merauke, Setelah hampir seminggu berlalu akhirnya pemerintah pusat memberikan perhatian kepada peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Digoel di Merauke.

Pemerintah mengirimkan Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Radjasa ke Merauke guna menengok secara langsung lokasi tenggelamnya KMP Digoel yang diduga menewaskan sekitar 200 orang penumpang.

Menhub, Kamis (14/7), datang ke Merauke didampingi Gubernur Papua JP Solossa. Pada kesempatan tersebut, Menhub mendengarkan Kepala SAR Kabupaten Merauke Supeno Yuwono. Supeno menjelaskan, masih banyak korban baik yang tercatat sebagai penumpang resmi maupun tidak resmi yanghingga kini belum ditemukan. Sementara jumlah penumpang yang berhasil ditemukan tim SAR dalam keadaan selamat sebanyak 15 orang.
Jumlah penumpang resmi yang terdaftar dalam manivest adalah 35 orang, namun puluhan bahkan diduga mencapai ratusan penumpang lainnya tidak masuk dalam daftar penumpang resmi. Menurut Supeno, pihaknya bersama Pemda Merauke dan instansi terkait telah berupaya mencari para penumpang lainnya, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Ia mengakui, upaya pencarian korban kapal yang naas itu sudah dilakukan secara maksimal, walaupun banyak tantangan yang dihadapi terutama faktor cuaca yang kurang bersahabat. Kapal jenis landing ship milik ASDP Kabupaten Merauke itu terbaik dan tenggelam Kamis malam akibat dihantam angin kencang dan ombak yang cukup besar.

Sementara itu, Gubernur Papua JP Solossa mengatakan, di Pantai Utara Papua saat ini tengah berlangsung musim angin barat sehingga ombak lautan menjadi sangat ganas. "Oleh sebab itu para nakhota kapal dan para nelayan harus selalu berhati-hati bila melayari perairan tersebut," ujar Solossa.


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece