Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kecelakaan

Menhub Akhirnya Perhatikan Peristiwa Tenggelamnya KMP Digoel
By Kompas
Jul 15, 2005, 09:19

 
Merauke, Setelah hampir seminggu berlalu akhirnya pemerintah pusat memberikan perhatian kepada peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Digoel di Merauke.

Pemerintah mengirimkan Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Radjasa ke Merauke guna menengok secara langsung lokasi tenggelamnya KMP Digoel yang diduga menewaskan sekitar 200 orang penumpang.

Menhub, Kamis (14/7), datang ke Merauke didampingi Gubernur Papua JP Solossa. Pada kesempatan tersebut, Menhub mendengarkan Kepala SAR Kabupaten Merauke Supeno Yuwono. Supeno menjelaskan, masih banyak korban baik yang tercatat sebagai penumpang resmi maupun tidak resmi yanghingga kini belum ditemukan. Sementara jumlah penumpang yang berhasil ditemukan tim SAR dalam keadaan selamat sebanyak 15 orang.
Jumlah penumpang resmi yang terdaftar dalam manivest adalah 35 orang, namun puluhan bahkan diduga mencapai ratusan penumpang lainnya tidak masuk dalam daftar penumpang resmi. Menurut Supeno, pihaknya bersama Pemda Merauke dan instansi terkait telah berupaya mencari para penumpang lainnya, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Ia mengakui, upaya pencarian korban kapal yang naas itu sudah dilakukan secara maksimal, walaupun banyak tantangan yang dihadapi terutama faktor cuaca yang kurang bersahabat. Kapal jenis landing ship milik ASDP Kabupaten Merauke itu terbaik dan tenggelam Kamis malam akibat dihantam angin kencang dan ombak yang cukup besar.

Sementara itu, Gubernur Papua JP Solossa mengatakan, di Pantai Utara Papua saat ini tengah berlangsung musim angin barat sehingga ombak lautan menjadi sangat ganas. "Oleh sebab itu para nakhota kapal dan para nelayan harus selalu berhati-hati bila melayari perairan tersebut," ujar Solossa.


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece