Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kecelakaan

Lagi, 5 Korban KM Digoel Ditemukan
By Cepos
Jul 15, 2005, 09:25

 
Merauke, Perncarian terhadap para korban KM Digoel yang tenggelam di Perairan Arafura (Kawasan Merauke) sejak 7 Juli lalu terus membuahkan hasil. Bila sebelumnya (13 Juli) tercatat 10 mayat korban yang ditemukan, maka Kamis (14/7) kemarin kembali ditemukan lima mayat.

Mereka ditemukan warga di sekitar pesisir pantai Kampung Wambi, Distrik Okaba. Saat ditemukan, kondisi tubuh para korban dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Setelah itu, lima mayat yang sudah tak utuh lagi itu divakuasi ke Merauke.

Kabag Ops Polres Merauke Kompol Aifkhan SE, menjelaskan, 5 korban yang ditemukan itu masing-masing ditemukan di Wambi 1 orang, Pulau Habee 2 orang dan di pesisir Kampung Wamal 2 orang. ''Untuk di Wambi dan Pulau Habee ditemukan warga pagi hari, sedangkan di Wamal ditemukan siang (kemarin siang),'' jelasnya.

Hanya saja, kelima orang yang berhasil ditemukan di 3 pesisir kampung yang jaraknya sangat berjauhan itu, belum diketahui identitasnya. Menurut Aifkhan, kondisi fisik para jkorban sudah sangat sulit untuk dikenali.

Ditambahkan, dengan ditemukannya 5 korban lagi tersebut, maka jumlah korban yang meninggal sampai hari ke-8 sejak tenggelamnya kapal itu, sebanyak 16 orang. Sedangkan yang selamat tetap 15 orang.

Sementara itu, dua korban laki-laki yang dievakuasi Rabu malam lalu dari Kampung Wambi, Distrik Okaba, pagi kemarin tiba di Merauke. Kedatangan dua korban itu terlambat akibat slup yang digunakan Tim Evakuasi kehabisan BBM.

Secara terpisah mantan Bupati Merauke yang juga terpilih lagi untuk periode 2005-2010, Drs Johanes Gluba Gebze, mengatakan bahwa para korban yang ditemukan itu adalah mereka yang pada saat kapal itu akan tenggelam melompat dan terbawa arus balik (Air Surut), sehingga mayat mereka ditemukan jauh dari TKP tenggelamnya kapal.




© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece