Update Terakhir: Aug 3rd, 2005 - 13:17:55
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kerjasama Militer

SKENARIO KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE UNTUK GAGALKAN "15 AGUSTUS 2005" DI PAPUA SELATAN
By WPRNANews
Jul 22, 2005, 03:03

 
WPRNA NEWS - West Papua Revolutionary News Agency

Mgr.Nico Adi Saputra, MSC. Dekat Dengan Militer
Merauke – (WPRNANews) -- AGENDA Rakyat Papua untuk mengembalikan Paket Politik Otsus dan MRP kepada Penguasa Neo Kolonialis Rasis Indonesia (NKRI) dibawah kendali Dewan Adat Papua (DAP) pada tanggal 15 Agustus 2005 nanti tidak hanya menjadi "PR" bagi TNI/POLRI. Para Tokoh Agama sebagai Mitra penjajah di Tanah Papua juga sedang bekerja keras untuk menggagalkan rencana tersebut. Di Merauke, Uskup Agung Mgr. Nicolaus Adisaputra MSC berhasil membantu Penjajah NKRI dengan cara membatalkan rencana Konsentrasi Massa di Kota Merauke.

Massa Rakyat Papua yang akan berkumpul di Kota Merauke untuk melakukan aksi protes secara besar-besaran terhadap Gereja Katolik pada usianya yang ke-100 pada 14 Agustus tahun ini dibatasi oleh Mgr. Nico Adi dengan cara mengeluarkan perintah kepada Umat Katolik Keuskupan Agung Merauke di Kabupaten Merauke, Mappi dan Boven Digoel untuk merayakan perayaan 100 tahun di Paroki masing-masing.

"Sekalipun maksud-nya yang jelas terbaca adalah dalam rangka menyelamatkan muka Gereja Katolik dari Protes Orang Papua Selatan sekaligus membatalkan penegasan kembali tuntutan Umat Katolik Papua yang membatasi kepemimpinannya sebagai Uksup Agung Merauke hanya untuk jangka waktu lima tahun (2004-2009 – red), ada alasan lain yang menjadi acuan utama kebijakan Mgr. Nico Adi. Alasan tersebut adalah "Agenda 15 Agustus 2005" yang menjadi hantu bagi NKRI saat ini. NKRI takut, protes terhadap Gereja Katolik di Merauke akan berubah menjadi protes terhadap NKRI karena waktunya hanya selang satu hari. Makanya Uskup kita yang dekat dengan Militer terpaksa membantu NKRI dengan cara halus." Tutur sumber WPRNANews di lingkungan Keuskupan Agung Merauke. ©wprnanews

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece