
Kerjasama Militer
SKENARIO KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE UNTUK GAGALKAN "15 AGUSTUS 2005" DI PAPUA SELATAN
By WPRNANews
Jul 22, 2005, 03:03
|
|
WPRNA NEWS - West Papua Revolutionary News Agency
 |
| Mgr.Nico Adi Saputra, MSC. Dekat Dengan Militer |
Merauke – (WPRNANews) -- AGENDA Rakyat Papua untuk mengembalikan Paket Politik Otsus dan MRP kepada Penguasa Neo Kolonialis Rasis Indonesia (NKRI) dibawah kendali Dewan Adat Papua (DAP) pada tanggal 15 Agustus 2005 nanti tidak hanya menjadi "PR" bagi TNI/POLRI. Para Tokoh Agama sebagai Mitra penjajah di Tanah Papua juga sedang bekerja keras untuk menggagalkan rencana tersebut. Di Merauke, Uskup Agung Mgr. Nicolaus Adisaputra MSC berhasil membantu Penjajah NKRI dengan cara membatalkan rencana Konsentrasi Massa di Kota Merauke.
Massa Rakyat Papua yang akan berkumpul di Kota Merauke untuk melakukan aksi protes secara besar-besaran terhadap Gereja Katolik pada usianya yang ke-100 pada 14 Agustus tahun ini dibatasi oleh Mgr. Nico Adi dengan cara mengeluarkan perintah kepada Umat Katolik Keuskupan Agung Merauke di Kabupaten Merauke, Mappi dan Boven Digoel untuk merayakan perayaan 100 tahun di Paroki masing-masing.
"Sekalipun maksud-nya yang jelas terbaca adalah dalam rangka menyelamatkan muka Gereja Katolik dari Protes Orang Papua Selatan sekaligus membatalkan penegasan kembali tuntutan Umat Katolik Papua yang membatasi kepemimpinannya sebagai Uksup Agung Merauke hanya untuk jangka waktu lima tahun (2004-2009 – red), ada alasan lain yang menjadi acuan utama kebijakan Mgr. Nico Adi. Alasan tersebut adalah "Agenda 15 Agustus 2005" yang menjadi hantu bagi NKRI saat ini. NKRI takut, protes terhadap Gereja Katolik di Merauke akan berubah menjadi protes terhadap NKRI karena waktunya hanya selang satu hari. Makanya Uskup kita yang dekat dengan Militer terpaksa membantu NKRI dengan cara halus." Tutur sumber WPRNANews di lingkungan Keuskupan Agung Merauke. ©wprnanews
© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|