Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kerjasama Militer

SKENARIO KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE UNTUK GAGALKAN "15 AGUSTUS 2005" DI PAPUA SELATAN
By WPRNANews
Jul 22, 2005, 03:03

 
WPRNA NEWS - West Papua Revolutionary News Agency

Mgr.Nico Adi Saputra, MSC. Dekat Dengan Militer
Merauke – (WPRNANews) -- AGENDA Rakyat Papua untuk mengembalikan Paket Politik Otsus dan MRP kepada Penguasa Neo Kolonialis Rasis Indonesia (NKRI) dibawah kendali Dewan Adat Papua (DAP) pada tanggal 15 Agustus 2005 nanti tidak hanya menjadi "PR" bagi TNI/POLRI. Para Tokoh Agama sebagai Mitra penjajah di Tanah Papua juga sedang bekerja keras untuk menggagalkan rencana tersebut. Di Merauke, Uskup Agung Mgr. Nicolaus Adisaputra MSC berhasil membantu Penjajah NKRI dengan cara membatalkan rencana Konsentrasi Massa di Kota Merauke.

Massa Rakyat Papua yang akan berkumpul di Kota Merauke untuk melakukan aksi protes secara besar-besaran terhadap Gereja Katolik pada usianya yang ke-100 pada 14 Agustus tahun ini dibatasi oleh Mgr. Nico Adi dengan cara mengeluarkan perintah kepada Umat Katolik Keuskupan Agung Merauke di Kabupaten Merauke, Mappi dan Boven Digoel untuk merayakan perayaan 100 tahun di Paroki masing-masing.

"Sekalipun maksud-nya yang jelas terbaca adalah dalam rangka menyelamatkan muka Gereja Katolik dari Protes Orang Papua Selatan sekaligus membatalkan penegasan kembali tuntutan Umat Katolik Papua yang membatasi kepemimpinannya sebagai Uksup Agung Merauke hanya untuk jangka waktu lima tahun (2004-2009 – red), ada alasan lain yang menjadi acuan utama kebijakan Mgr. Nico Adi. Alasan tersebut adalah "Agenda 15 Agustus 2005" yang menjadi hantu bagi NKRI saat ini. NKRI takut, protes terhadap Gereja Katolik di Merauke akan berubah menjadi protes terhadap NKRI karena waktunya hanya selang satu hari. Makanya Uskup kita yang dekat dengan Militer terpaksa membantu NKRI dengan cara halus." Tutur sumber WPRNANews di lingkungan Keuskupan Agung Merauke. ©wprnanews

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece