|
||||||
Update
Terakhir: Jul 22nd, 2005 - 03:11:49
|
|
Kerjasama Militer
Jayapura – (WPRNANews) -- TELAH terjadi rekayasa pencurian 1 (satu) Unit Komputer di Ruang Pembantu Ketua (Puket) III STFT Fajar Timur – Jayapura sekitar pukul 3.00 WPB, Rabu (13/7) lalu. Rekayasa tersebut melibatkan beberapa Dosen STFT yang selama ini diketahui mempunyai hubungan mesra dengan Intelijen TNI/POLRI. Mereka ingin membuat Pagar Keliling Kompleks STFT dan menempatkan beberapa orang Satpam dengan alasan untuk mengamankan harta benda STFT dari incaran pencuri. Ternyata, tujuan mereka yang utama adalah untuk membatasi dan selanjutnya mengakhiri penggunaan fasilitas STFT oleh Aktivis Papua Merdeka, sekaligus memberangus beberapa Mahasiswa Calon Frater/Pastor yang berhaluan Pembebasan. Beberapa Mahasiswa STFT yang ditemui Crew WPRNA menyebutkan beberapa kejanggalan dalam kejadian tersebut. Menurut mereka, yang aneh dalam kasus tersebut adalah bahwa sebelum kejadian itu, Puket I sudah lebih dulu mengamankan Komputernya ke rumah. "Kelihatannya jelas sekali, pencurian ini sudah diatur sebelumnya. Komputer yang biasa dipakai oleh Puket III sudah berhasil diamankan sebelum pencurian terjadi. Makanya, hampir semua Mahasiswa STFT merasa lucu ketika mendengar informasi ini karena jelas ini rekayasa saja, dan Bapak Yohanes Maturbongs (Puket III) yang lapor kasus ini ke Polsekta Abepura sudah berhasil menipu publik, seolah-olah pencurian ini murni, padahal ini cuma proyek yang mereka tender dari TNI/POLRI." Jelas seorang Mahasiswa STFT sambil tersenyum. Mahasiswa lainnya menambahkan bahwa pencurian tersebut berkaitan dengan kesulitan Intelijen TNI/POLRI untuk menyusup masuk dikalangan Mahasiswa maupun Kompleks STFT dalam rangka mencari tahu sepak terjang beberapa Aktivis Mahasiswa STFT yang terlibat dalam memperjuangkan Hak-Hak Dasar Rakyat Papua, terutama Hak Untuk Menentukan Nasib Sendiri. "Pencurian direkayasa oleh beberapa dosen kami yang dekat dengan Suanggi (TNI/POLRI – red) supaya tembok keliling dibangun dan Satpam ditempatkan untuk pantau gerak-gerik Mahasiswa yang "Urus Rakyat". Selain itu, Aula yang selalu dipakai oleh kaum Intelektual Papua untuk berdiskusi juga akan diawasi oleh Intelijen TNI/POLRI. Intelijen sendiri memang sudah akui bahwa mereka sudah berhasil menyusup masuk di semua Kampus dan Asrama Mahasiswa yang tersebar di Jayapura, Kota Raja, Abepura, Waena dan Sentani, kecuali STFT Fajar Timur," ujarnya menjelaskan. Pencurian ini bisa dianggap sebagai rekayasa para Dosen STFT untuk mengakhiri penggunaan fasilitas STFT oleh Aktivis Papua Merdeka, sekaligus memberangus beberapa Mahasiswa Calon Frater/Pastor yang berhaluan Pembebasan, karena seorang Mahasiswa STFT, Selpius Bobii yang adalah Aktivis Koalisi Perjuangan Hak-Hak Asasi Rakyat Sipil Papua, sempat diberi racun melalui minuman di Paroki Arso, Rabu (6/7) lalu. Sumber WPRNANews di Arso menyebutkan bahwa peracunan Selpius Bobii melibatkan Kepala Kampung Pir Vb Wambes, beberapa orang Dosen STFT Fajar Timur dan Intelijen TNI/POLRI. Sampai berita ini diturunkan, para Dosen yang terlibat langsung dalam rekayasa pencurian Komputer tersebut, terutama Drs. Yohanes Maturbongs, M.Hum sedang berusaha membujuk Ketua STFT Fajar Timur, Drs. Agus Alue Alua, M.Th supaya pembangunan pagar keliling dan penempatan Satpam segera direalisir dalam tahun ini juga.©wprnanews © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|