Update Terakhir: Jul 22nd, 2005 - 03:11:49
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kerjasama Militer

BERSAMA TNI/POLRI, DOSEN STFT FAJAR TIMUR-JAYAPURA MEREKAYASA PENCURIAN KOMPUTER
By WPRNANews
Jul 22, 2005, 03:09

 
WPRNA NEWS - West Papua Revolutionary News Agency

Jayapura – (WPRNANews) -- TELAH terjadi rekayasa pencurian 1 (satu) Unit Komputer di Ruang Pembantu Ketua (Puket) III STFT Fajar Timur – Jayapura sekitar pukul 3.00 WPB, Rabu (13/7) lalu. Rekayasa tersebut melibatkan beberapa Dosen STFT yang selama ini diketahui mempunyai hubungan mesra dengan Intelijen TNI/POLRI. Mereka ingin membuat Pagar Keliling Kompleks STFT dan menempatkan beberapa orang Satpam dengan alasan untuk mengamankan harta benda STFT dari incaran pencuri. Ternyata, tujuan mereka yang utama adalah untuk membatasi dan selanjutnya mengakhiri penggunaan fasilitas STFT oleh Aktivis Papua Merdeka, sekaligus memberangus beberapa Mahasiswa Calon Frater/Pastor yang berhaluan Pembebasan.

Beberapa Mahasiswa STFT yang ditemui Crew WPRNA menyebutkan beberapa kejanggalan dalam kejadian tersebut. Menurut mereka, yang aneh dalam kasus tersebut adalah bahwa sebelum kejadian itu, Puket I sudah lebih dulu mengamankan Komputernya ke rumah.

"Kelihatannya jelas sekali, pencurian ini sudah diatur sebelumnya. Komputer yang biasa dipakai oleh Puket III sudah berhasil diamankan sebelum pencurian terjadi. Makanya, hampir semua Mahasiswa STFT merasa lucu ketika mendengar informasi ini karena jelas ini rekayasa saja, dan Bapak Yohanes Maturbongs (Puket III) yang lapor kasus ini ke Polsekta Abepura sudah berhasil menipu publik, seolah-olah pencurian ini murni, padahal ini cuma proyek yang mereka tender dari TNI/POLRI." Jelas seorang Mahasiswa STFT sambil tersenyum.

Mahasiswa lainnya menambahkan bahwa pencurian tersebut berkaitan dengan kesulitan Intelijen TNI/POLRI untuk menyusup masuk dikalangan Mahasiswa maupun Kompleks STFT dalam rangka mencari tahu sepak terjang beberapa Aktivis Mahasiswa STFT yang terlibat dalam memperjuangkan Hak-Hak Dasar Rakyat Papua, terutama Hak Untuk Menentukan Nasib Sendiri.

"Pencurian direkayasa oleh beberapa dosen kami yang dekat dengan Suanggi (TNI/POLRI – red) supaya tembok keliling dibangun dan Satpam ditempatkan untuk pantau gerak-gerik Mahasiswa yang "Urus Rakyat". Selain itu, Aula yang selalu dipakai oleh kaum Intelektual Papua untuk berdiskusi juga akan diawasi oleh Intelijen TNI/POLRI. Intelijen sendiri memang sudah akui bahwa mereka sudah berhasil menyusup masuk di semua Kampus dan Asrama Mahasiswa yang tersebar di Jayapura, Kota Raja, Abepura, Waena dan Sentani, kecuali STFT Fajar Timur," ujarnya menjelaskan.

Pencurian ini bisa dianggap sebagai rekayasa para Dosen STFT untuk mengakhiri penggunaan fasilitas STFT oleh Aktivis Papua Merdeka, sekaligus memberangus beberapa Mahasiswa Calon Frater/Pastor yang berhaluan Pembebasan, karena seorang Mahasiswa STFT, Selpius Bobii yang adalah Aktivis Koalisi Perjuangan Hak-Hak Asasi Rakyat Sipil Papua, sempat diberi racun melalui minuman di Paroki Arso, Rabu (6/7) lalu. Sumber WPRNANews di Arso menyebutkan bahwa peracunan Selpius Bobii melibatkan Kepala Kampung Pir Vb Wambes, beberapa orang Dosen STFT Fajar Timur dan Intelijen TNI/POLRI.

Sampai berita ini diturunkan, para Dosen yang terlibat langsung dalam rekayasa pencurian Komputer tersebut, terutama Drs. Yohanes Maturbongs, M.Hum sedang berusaha membujuk Ketua STFT Fajar Timur, Drs. Agus Alue Alua, M.Th supaya pembangunan pagar keliling dan penempatan Satpam segera direalisir dalam tahun ini juga.©wprnanews

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece