Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kerjasama Militer

BERSAMA TNI/POLRI, DOSEN STFT FAJAR TIMUR-JAYAPURA MEREKAYASA PENCURIAN KOMPUTER
By WPRNANews
Jul 22, 2005, 03:09

 
WPRNA NEWS - West Papua Revolutionary News Agency

Jayapura – (WPRNANews) -- TELAH terjadi rekayasa pencurian 1 (satu) Unit Komputer di Ruang Pembantu Ketua (Puket) III STFT Fajar Timur – Jayapura sekitar pukul 3.00 WPB, Rabu (13/7) lalu. Rekayasa tersebut melibatkan beberapa Dosen STFT yang selama ini diketahui mempunyai hubungan mesra dengan Intelijen TNI/POLRI. Mereka ingin membuat Pagar Keliling Kompleks STFT dan menempatkan beberapa orang Satpam dengan alasan untuk mengamankan harta benda STFT dari incaran pencuri. Ternyata, tujuan mereka yang utama adalah untuk membatasi dan selanjutnya mengakhiri penggunaan fasilitas STFT oleh Aktivis Papua Merdeka, sekaligus memberangus beberapa Mahasiswa Calon Frater/Pastor yang berhaluan Pembebasan.

Beberapa Mahasiswa STFT yang ditemui Crew WPRNA menyebutkan beberapa kejanggalan dalam kejadian tersebut. Menurut mereka, yang aneh dalam kasus tersebut adalah bahwa sebelum kejadian itu, Puket I sudah lebih dulu mengamankan Komputernya ke rumah.

"Kelihatannya jelas sekali, pencurian ini sudah diatur sebelumnya. Komputer yang biasa dipakai oleh Puket III sudah berhasil diamankan sebelum pencurian terjadi. Makanya, hampir semua Mahasiswa STFT merasa lucu ketika mendengar informasi ini karena jelas ini rekayasa saja, dan Bapak Yohanes Maturbongs (Puket III) yang lapor kasus ini ke Polsekta Abepura sudah berhasil menipu publik, seolah-olah pencurian ini murni, padahal ini cuma proyek yang mereka tender dari TNI/POLRI." Jelas seorang Mahasiswa STFT sambil tersenyum.

Mahasiswa lainnya menambahkan bahwa pencurian tersebut berkaitan dengan kesulitan Intelijen TNI/POLRI untuk menyusup masuk dikalangan Mahasiswa maupun Kompleks STFT dalam rangka mencari tahu sepak terjang beberapa Aktivis Mahasiswa STFT yang terlibat dalam memperjuangkan Hak-Hak Dasar Rakyat Papua, terutama Hak Untuk Menentukan Nasib Sendiri.

"Pencurian direkayasa oleh beberapa dosen kami yang dekat dengan Suanggi (TNI/POLRI – red) supaya tembok keliling dibangun dan Satpam ditempatkan untuk pantau gerak-gerik Mahasiswa yang "Urus Rakyat". Selain itu, Aula yang selalu dipakai oleh kaum Intelektual Papua untuk berdiskusi juga akan diawasi oleh Intelijen TNI/POLRI. Intelijen sendiri memang sudah akui bahwa mereka sudah berhasil menyusup masuk di semua Kampus dan Asrama Mahasiswa yang tersebar di Jayapura, Kota Raja, Abepura, Waena dan Sentani, kecuali STFT Fajar Timur," ujarnya menjelaskan.

Pencurian ini bisa dianggap sebagai rekayasa para Dosen STFT untuk mengakhiri penggunaan fasilitas STFT oleh Aktivis Papua Merdeka, sekaligus memberangus beberapa Mahasiswa Calon Frater/Pastor yang berhaluan Pembebasan, karena seorang Mahasiswa STFT, Selpius Bobii yang adalah Aktivis Koalisi Perjuangan Hak-Hak Asasi Rakyat Sipil Papua, sempat diberi racun melalui minuman di Paroki Arso, Rabu (6/7) lalu. Sumber WPRNANews di Arso menyebutkan bahwa peracunan Selpius Bobii melibatkan Kepala Kampung Pir Vb Wambes, beberapa orang Dosen STFT Fajar Timur dan Intelijen TNI/POLRI.

Sampai berita ini diturunkan, para Dosen yang terlibat langsung dalam rekayasa pencurian Komputer tersebut, terutama Drs. Yohanes Maturbongs, M.Hum sedang berusaha membujuk Ketua STFT Fajar Timur, Drs. Agus Alue Alua, M.Th supaya pembangunan pagar keliling dan penempatan Satpam segera direalisir dalam tahun ini juga.©wprnanews

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece