Update Terakhir: Jul 23rd, 2005 - 15:05:46
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Mati Misterius

KETUA SINODE GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA (GKII) PAPUA BAPAK Pdt.GERADUS ADII. M.Div DIBUNUH OLEH NKRI LEWAT SI ADIK KANDUNG IBLIS SEKALIGUS MERANGKAP SEBAGAI RATU IBLIS ADRIANA MANGGO
By SPMNews Head Quarter
Jul 23, 2005, 15:02

 

WAENA -(SPMNews)-- KEMATIAN seorang Hamba Tuhan Kharismatik Bapak Pdt. Geradus Adii, M.Div yang sekaligus sebagai Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah Papua telah menjadi misteri karena Diracuni dengan bubuk racun buatan TNI oleh seorang Ratu Iblis Papua Adriana Manggo dan teman-teman agen intelijen yang tergabung didalam BIN, BAKIN, BAIS yang berpusat di Central Intelijen Den Zipur X Waena pada hari senin (20/05) lalu.

Bubuk racun ini hanya dimiliki oleh kesatuan TNI Kopasus Hanurata Hamadi. Pihak BIN, BAKIN, BAIS yang berpusat di Central Intelijen Den Zipur Waena dibelakang RTM telah memyerahkan tugas penuh kepada seorang Ratu Iblis Papua Adrina Manggo untuk membawa keluar seorang Hamba Tuhan dari rumahnya agar teman-temannya dengan mudah dapat melakukan eksekusi mati.

Dalam operasi besar-besaran ini telah dipersiapakan selama beberapa tahun sebelumnya sejak tahun 2000. BIN, BAIS, BAKIN telah bekerja sama dengan beberapa pentolan penggurus wilayah GKII Papua untuk membunuh Hamba Tuhan Karismatik ini dengan segala cara, baik pengurus Pusat GKII Jakarta maupun wilayah Papua ikut terlibat penuh dalam operasi pembunuhan ini.

Orang-orang yang terlibat dalam upaya pembunuhan ini adalah mantan Ketua Sinode GKII lalu (K. Gobay), Petrus Done, mantan Rektor STT-Walterpost sebelumnya (Jacob), Kristianus Tan dan beberapa imigran pendatang. Dalam operasi terselubung ini, Adriana mendapat bayaran 3 Milyar sementara nama-nama yang telah disebutkan diatas mendapatkan lebih dari pada Ratu Iblis. Mereka yang selama ini dipakai oleh NKRI untuk menghancurkan misi suci GKII dan aspirasi Jemaat GKII diseluruh wilayah Papua yang menuntut kebebasan dari penjajahan kolonialisme Indonesia dan menjadi penjilat Pantat NKRI serta menjadi Hamba Iblis yang selama ini bersembunyi didalam lembaga gereja.

Ketika mereka semua telah berhasil membunuh Hamba Tuhan Karismatik Okultisme Papua, mereka datang ke rumah seolah-olah orang lain yang melakukan pembunuhan. Tidak heran jika setiap Firman Tuhan yang disampaikan beberapa hari sebelum pemakaman semua Firman Tuhan yang disampaikan bertujuannya untuk menyembunyikan kejahatan mereka dengan pasal ayat. Alkitab. Firman Tuhan tidak sesuai dengan situasi yang sedang terjadi tetapi hanya sebagai upaya untuk mengelabui, mengalihkan pikiran dan hati Jemaat Tuhan bahwa semua itu karena waktu Tuhan.

Kenyataannya kematian dilakukan oleh mereka juga, tetapi semua orang tahu bahwa Ia mati karena kepentingan Politik NKRI atas Papua Barat maka Hamba Tuhan Karismatik yang selama ini berperang dengan roh-roh jahat NKRI, roh iblis yang selalu berusaha untuk menghancurkan tanah Papua dan alamnya selalu gagal dan gagal terus. Terpaksa NKRI melalui agen-agen Intelijen BIN, BAKIN, BAIS lewat Si Ratu Iblis Adriana Manggo berhasil menghilangkan seorang hamba Tuhan Karismatik Rakyat Papua.

Pemerintah Indonesia, Panglima TNI, President RI, Pemeritah Provinsi dan beberapa Pengurus Pusat GKII Jakarta serta Pengurus Wilayah GKII Papua bersama Staf BAKIN, BIN, BAIS Center Intelijen Den Zipur X Waena terlibat dalam pembunuhan seorang Hamba Tuhan Karismatik Okultisme Papua.

Walaupun Ia telah pergi tetapi Hamba Tuhan Pdt. Geradus Adii, M.Div akan hidup terus dan kematiannya akan melahirkan 100-an generansi Geradus Adii sebagai hamba-hamba Tuhan Okultisme Papua yang siap berperang melawan kuasa-kuasa gelap dari manapun di kolong langit dan bumi ini. Kata-katanya akan menjadi kekuatan dan hidup didalam setiap kehidupan seluruh rakyat Papua Barat tanpa memandang dedominasi gereja, hindu, budha ataupun Islam. Maka kematiannya telah menjadi dasar bagi kelahiran generasi yang lebih bahaya dan kharismatik diatas tanah Papua sebagai pintu sorga bagi dunia.

Kematiannya terjadi seperti Yesus Kristus yang harus dijual oleh Yudas karena 30 Keping perak, dan menyerahkan kedalam tangan pemerintah romawi walaupun Yudas adalah murid Yesus, demikian juga Adriana Manggo yang makan tidur dirumah, tetapi seorang perempuan yang tidak punya hati, memang itulah Adriana Manggo dasar keturunanan adik kandung Iblis si Lusifer akhirnya tra bisa tahan dengan nyanyian uang 3 Milyar lebih berharga dari pada seorang Hamba Tuhan yang selama ini memberi tumpangan, makan, dan menyelamatkan dia yang hampir mati tidak ada harapan tetapi masih juga tidak puas kalau tidak isap Hamba Tuhan punya darah dan makan daging seorang hamba Tuhan. Maka seorang pemimpin Sinode GKII Papua dibunuh dengan racun oleh Ratu Iblis dan kawan-kawan agen Intelijen BIN, BAKIN, BAIS bersama pemerintah NKRI.

Seorang pemimpin wilayah yang setingkat dengan Gubernus Papua harus mati dirumah kos (kontrakan) waena, sementara rumah dinas di Angkasa dikontrakan kepada imigran pendatang yang beragama Islam oleh (J.Gobay) mantan ketua Sinode lalu yang juga murni kaki tangan TNI (BIN, BAKIN, BAIS) merekayasa semuanya dengan menjual aset-aset gereja GKII tanpa sepengetahuan seluruh warga Jemaat se Papua. tetapi itulah kematian seorang Hamba Tuhan yang sama seperti kematian Yesus Kristus ditempat yang tidak terhormat.

Hai engkau Ratu Iblis dan hamba-hamba Iblis yang sedang bersembunyi dibalik jubah putih, berhentilah ini telah menjadi hamba uang yang telah terbiasa mengatasnamakan rakyat untuk menjual tokoh-tokoh agama, masyarakat, adapt demi mencari sesuap nasi, uang, jabatan sehingga secara seenaknya kalian menjual orang-orang penduduk asli Papua kedalam tangan penjajahan colonial Indonesia. Sadarlah akan cara hidupmu kawan, karena didalam kehidupanmu engkau tidak akan pernah tentram dan damai karena darah-darah yang telah kau tumpahkan ke tanah akan menuntut balas, seperti kisah Kain dalam Kejadian yang telah membunuh adiknya sehingga darah adiknya meminta tolong kepada Tuhan demikian juga Siapa saja yang menjual saudaranya akan menerima balasan yang lebih sadis didalam kematiannya. Karena semua itu ada waktunya, hari ini engkau senang, pengurus GKII Pusat, Pengurus GKII Wilayah Papua dan Staf Central Intelijen Den Zipur X Waena bersama si Ratu Iblis Adriana Manggo tertawa tetapi besok belum tentu selamanya anda akan tersenyum terus tetapi ada saatnya Air mata kematian akan mengalirkan jeritan tangis dalam lembah kesunyian.

Selamat Jalan Bapak Pdt. Geradis Adii, M.Div biarlah kata-katamu dan rohmu tetap hidup dan tinggal bersama kami untuk perjuangan pembebebasan bagi kemerdekaan Papua Barat di ufuk Timur terbitnya sang bintang kejora. Tabahkanlah Ibu dan anak-anak yang ditinggalkan biarlah dapat melanjutkan titipan misi atas Tanah ini agar menjadi berkat bagi bangsa-bangsa yang lain.

Terima kasih, atas pembantaian yang kalian lakukan terhadap rakyat Papua sejak Integrasi NKRI yang secara paksa atas Papua Barat sampai sekarang ini, Tuhan Allah Papua lihatlah sampai kapan lagi air mata ini terus mengalir. Mengapa engkau menciptakan dan melahirkan orang Papua yang berkulit hitam dan berambut keritig tetapi setiap saat mereka terus dibunuh, diperkosa, apakah dosa kami ?. Biarlah jika, memang ini adalah kehendakmu agar kami semua mati maka Tuhan engkau tidak boleh menang sendiri dan Sebenarnya orang Papua tidak boleh ada dalam dunia. Biarlah waktu akan mengatakannya. (LaNjuT)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece