Update Terakhir: Jul 25th, 2005 - 03:56:57
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

PARA ANGGOTA JIHAD PAPUA SEDANG BEKERJA SAMA DENGAN BIN, BAIS, BAKIN ITELIJEN PUSAT UNTUK MENCURI MAYAT SEORANG HAMBA TUHAN KETUA SINODE GKII PAPUA
By SPMNews Abepura
Jul 23, 2005, 15:08

 
Port Numbay -(SPMNews)-- Pimpinan Pusat Jihat yang bermarkas di Yogyakarta telah mengirim beberapa utusan terbaik mereka ke Tanah Papua bersama beberapa Perwira dari MABES TNI Cilacap untuk melakukan eksekusi mati terhadap beberapa tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh Adat Papua. Salah satunya adalah Ketua Sinode GKII Wilayah Papua bapak Pdt. Geradus Adii, M.Div menjadi incaran mereka selama ini, walaupun telah mati tetapi tetap juga menjadi perhatian bagi Jihat dan agen Intelijen NKRI untuk mengambil Otak dan tulang-tulangnya setelah meninggal dunia pada hari senin (20/05) lalu.

Setiap malam hari sejak pengkuburan mayatnya beberapa orang tak dikenal yang menggunakan mobil, motor ojek, menyamar berubah menjadi kucing, sedang bekerja keras untuk mencuri mayat seorang hamba Tuhan karismatik Okultisme Papua yang selama ini berperang melawan kuasa-kuasa gelap maka segala cara sedang dirancang dan dipersiapkan untuk mengambil mayat hamba Tuhan yang telah terkubur.

Pada hari Jumaat (25/05) kira-kira pukul 03.75 Wit pagi, ada seekor kucing yang berada di atap honey pondok sekolah minggu ketika para pemuda yang sedang berjaga-jaga ingin memanah kucing tersebut tiba-tiba kucing itu telah berubah menjadi manusia imingran pendatang yang berjubah Islam. Ketika ditangkap ia mengaku bahwa "Ia dikirim ke Papua untuk mencuri kepala seorang hamba Tuhan ini agar mempermudah para Jihat dan TNI/POLRI untuk menyerang Papua karena selama ini dengan kuasa-kuasa gelap dirancang untuk membunuh rakyat Papua tetapi banyak yang tidak berhasil karena ada yang memangari wilayah Papua sehingga sangat susah untuk ditembusi".Menurutnya dengan nada gementar.

Sejak berita ini diturunkan aktivitas para anggota Jihat yang bekerja sama dengan Intelijen Centure Dan Zipur X Waena masih terus berjalan selama 2 minggu berturut-turut tetapi mengalami perlawanan yang sangat kuat dari para pemuda-pemuda yang melakukan penjagaan ketat terhadap mayat seorang Hamba Tuhan terhormat yang selama ini membela kepentingan rakyat yang lemah dan tertindas oleh kekuasaan NKRI yang tidak pernah mau menghargai rakyat Papua sebagai bagian dari umat manusia yang layak untuk hidup bebas diatas tanah pusakannya yang adalah warisan turun-temurun dari moyang bangsa Papua bukan Imigran pendatang.

Dalam minggu terakhir bulan Juni ini kegiatan dan aktivitas mereka semakin jelas sebagai upaya untuk mengambil mayat Hamba Tuhan. Untuk itu kepada seluruh rakyat Papua agar selalu waspada karena mereka sementara sedang berusaha memakai orang-orang Papua yang bisa dijadikan sebagai jembatan masuk kapan saja untuk membasmi dan memusnahkan orang Papua dari muka bumi. Sehingga rakyat Papua tetaplah waspada setiap saat karena beberapa minggu terakhir ini mereka sedang bekrja keras untuk membunuh rakyat Papua

Untuk melawan mereka diperlukan suatu iman yang kuat akan Tuhan Allah Bangsa Papua bukan dengan menggunakan nama Tuhan Yesus versi barat, Yesus Asia atau Yesus orang Pendatang tetapi dengan dasar Tuhan Allah Bangsa Papua, Alam, Adat Papua. Ketika kita terlena maka disitulah saat bagi peluang mereka untuk membunuh kita maka sebagai generasi penerus cita-cita luhur moyang bangsa Papua marilah kita bersatu melawan kegiatan-kegiatan para terrorist yang bekerja sama dengan TNI Kopasus dan Polisi.

Hati-hati terhadap mereka karena segala cara dan tipu muslihat akan dipakai untuk melancarkan strategi dan taktik untuk mencapai tujuan mereka yaitu merebut otak dan tulang dari seorang Hamba Tuhan Okultisme Papua sehingga dapat dipakai sebagai Ilmu dan kekuatan yang bisa dipakai untuk membantai seluruh rakyat Papua maka doa dan harapan dari saudara-saudara seperjuangan serta simpatisan Kebebasan kemerdekaan Papua Barat dapat tercapai. (Abdullah)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece