Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

PARA ANGGOTA JIHAD PAPUA SEDANG BEKERJA SAMA DENGAN BIN, BAIS, BAKIN ITELIJEN PUSAT UNTUK MENCURI MAYAT SEORANG HAMBA TUHAN KETUA SINODE GKII PAPUA
By SPMNews Abepura
Jul 23, 2005, 15:08

 
Port Numbay -(SPMNews)-- Pimpinan Pusat Jihat yang bermarkas di Yogyakarta telah mengirim beberapa utusan terbaik mereka ke Tanah Papua bersama beberapa Perwira dari MABES TNI Cilacap untuk melakukan eksekusi mati terhadap beberapa tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh Adat Papua. Salah satunya adalah Ketua Sinode GKII Wilayah Papua bapak Pdt. Geradus Adii, M.Div menjadi incaran mereka selama ini, walaupun telah mati tetapi tetap juga menjadi perhatian bagi Jihat dan agen Intelijen NKRI untuk mengambil Otak dan tulang-tulangnya setelah meninggal dunia pada hari senin (20/05) lalu.

Setiap malam hari sejak pengkuburan mayatnya beberapa orang tak dikenal yang menggunakan mobil, motor ojek, menyamar berubah menjadi kucing, sedang bekerja keras untuk mencuri mayat seorang hamba Tuhan karismatik Okultisme Papua yang selama ini berperang melawan kuasa-kuasa gelap maka segala cara sedang dirancang dan dipersiapkan untuk mengambil mayat hamba Tuhan yang telah terkubur.

Pada hari Jumaat (25/05) kira-kira pukul 03.75 Wit pagi, ada seekor kucing yang berada di atap honey pondok sekolah minggu ketika para pemuda yang sedang berjaga-jaga ingin memanah kucing tersebut tiba-tiba kucing itu telah berubah menjadi manusia imingran pendatang yang berjubah Islam. Ketika ditangkap ia mengaku bahwa "Ia dikirim ke Papua untuk mencuri kepala seorang hamba Tuhan ini agar mempermudah para Jihat dan TNI/POLRI untuk menyerang Papua karena selama ini dengan kuasa-kuasa gelap dirancang untuk membunuh rakyat Papua tetapi banyak yang tidak berhasil karena ada yang memangari wilayah Papua sehingga sangat susah untuk ditembusi".Menurutnya dengan nada gementar.

Sejak berita ini diturunkan aktivitas para anggota Jihat yang bekerja sama dengan Intelijen Centure Dan Zipur X Waena masih terus berjalan selama 2 minggu berturut-turut tetapi mengalami perlawanan yang sangat kuat dari para pemuda-pemuda yang melakukan penjagaan ketat terhadap mayat seorang Hamba Tuhan terhormat yang selama ini membela kepentingan rakyat yang lemah dan tertindas oleh kekuasaan NKRI yang tidak pernah mau menghargai rakyat Papua sebagai bagian dari umat manusia yang layak untuk hidup bebas diatas tanah pusakannya yang adalah warisan turun-temurun dari moyang bangsa Papua bukan Imigran pendatang.

Dalam minggu terakhir bulan Juni ini kegiatan dan aktivitas mereka semakin jelas sebagai upaya untuk mengambil mayat Hamba Tuhan. Untuk itu kepada seluruh rakyat Papua agar selalu waspada karena mereka sementara sedang berusaha memakai orang-orang Papua yang bisa dijadikan sebagai jembatan masuk kapan saja untuk membasmi dan memusnahkan orang Papua dari muka bumi. Sehingga rakyat Papua tetaplah waspada setiap saat karena beberapa minggu terakhir ini mereka sedang bekrja keras untuk membunuh rakyat Papua

Untuk melawan mereka diperlukan suatu iman yang kuat akan Tuhan Allah Bangsa Papua bukan dengan menggunakan nama Tuhan Yesus versi barat, Yesus Asia atau Yesus orang Pendatang tetapi dengan dasar Tuhan Allah Bangsa Papua, Alam, Adat Papua. Ketika kita terlena maka disitulah saat bagi peluang mereka untuk membunuh kita maka sebagai generasi penerus cita-cita luhur moyang bangsa Papua marilah kita bersatu melawan kegiatan-kegiatan para terrorist yang bekerja sama dengan TNI Kopasus dan Polisi.

Hati-hati terhadap mereka karena segala cara dan tipu muslihat akan dipakai untuk melancarkan strategi dan taktik untuk mencapai tujuan mereka yaitu merebut otak dan tulang dari seorang Hamba Tuhan Okultisme Papua sehingga dapat dipakai sebagai Ilmu dan kekuatan yang bisa dipakai untuk membantai seluruh rakyat Papua maka doa dan harapan dari saudara-saudara seperjuangan serta simpatisan Kebebasan kemerdekaan Papua Barat dapat tercapai. (Abdullah)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece