Update Terakhir: Jul 25th, 2005 - 00:56:12
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Acheh

Kekejaman Militer di Acheh
By Suhadi Laweung
Jul 25, 2005, 00:52

 
TNI Yon 515/ Kostrad pos Tangsé, Pidië dengan kekuatan seperti yang telah dilaporkan pada tanggal 18 Juli 2005 yang lalu melakukan operasi militer ke kawasan pergunungan Tangsé, Pidië dan seluruh Pidië untuk mencari markas/ anggota TNA/ GAM Wilayah Pidië.

Eksesnya, masyarakat setempat tidak bisa melakukan aktivitas harian seperti biasa hingga tanaman masyarakat bisa terlantarkan. Tepat pukul 09. 00-11. 00, tanggal 22 Juli 2005 pasukan TNI kepergok dengan pasukan TNA di kawasan pergunungan Tangsé, Pidië hingga menimbulkan kontak tembak. Pada awalnya, anggota TNA ingin mengelak kontak tembak, namun pihak TNI tetap saja mengejar anggota TNA, maka TNA terpaksa melakukan tembakan balasan ke arah TNI. Dalam insiden ini satu anggota TNA atas nama Khaidir bin Azhar, 26, pasukan TNA Sagoë Tangsé Daerah II Wilayah Pidië syahid, korban juga warga Kampung Pulô Kawa-Tangsé, Pidië. Sedangkan TNI menurut sumber masyarakat 2 di antaranya luka-luka parah.

Sabtu, 23 Juli 2005 (terima laporan)

TNI Yon 743 akan mendirikan pos di Kampung Labô Adang, Kemukiman Truseb-Tiro, Pidië pada Minggu, 24 Juli 2005. Semua masyarakat Kemukiman Truseb-Tiro, Pidië telah dipaksakan untuk hadir ikut melakukan gotong royong bersama mereka untuk
membersihkan dan membangun pos untuk TNI tersebut, jika ada masyarakat yang tidak akan hadir maka akan dijemput ke rumah dan ke tempat kerjanya. Intruksi ini telah diumumkan pada 23 Juli 2005, pukul 16. 00.

Eksesnya, ada sebagian masyarakat di Kemukiman Truseb-Tiro, Pidië telah keluar dari
kampung halamannya untuk menghindari dari paksaan itu.


Wilayah Berdaulat,

Pidië, 24 Juli 2005


Suadi Sulaiman LaweuëngJurubicara TNA Wilayah Pidië
HP: +62 815 340 515 73
Email: suhadi_laweung@yahoo.com

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece