Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Acheh

Kekejaman Militer di Acheh
By Suhadi Laweung
Jul 25, 2005, 00:52

 
TNI Yon 515/ Kostrad pos Tangsé, Pidië dengan kekuatan seperti yang telah dilaporkan pada tanggal 18 Juli 2005 yang lalu melakukan operasi militer ke kawasan pergunungan Tangsé, Pidië dan seluruh Pidië untuk mencari markas/ anggota TNA/ GAM Wilayah Pidië.

Eksesnya, masyarakat setempat tidak bisa melakukan aktivitas harian seperti biasa hingga tanaman masyarakat bisa terlantarkan. Tepat pukul 09. 00-11. 00, tanggal 22 Juli 2005 pasukan TNI kepergok dengan pasukan TNA di kawasan pergunungan Tangsé, Pidië hingga menimbulkan kontak tembak. Pada awalnya, anggota TNA ingin mengelak kontak tembak, namun pihak TNI tetap saja mengejar anggota TNA, maka TNA terpaksa melakukan tembakan balasan ke arah TNI. Dalam insiden ini satu anggota TNA atas nama Khaidir bin Azhar, 26, pasukan TNA Sagoë Tangsé Daerah II Wilayah Pidië syahid, korban juga warga Kampung Pulô Kawa-Tangsé, Pidië. Sedangkan TNI menurut sumber masyarakat 2 di antaranya luka-luka parah.

Sabtu, 23 Juli 2005 (terima laporan)

TNI Yon 743 akan mendirikan pos di Kampung Labô Adang, Kemukiman Truseb-Tiro, Pidië pada Minggu, 24 Juli 2005. Semua masyarakat Kemukiman Truseb-Tiro, Pidië telah dipaksakan untuk hadir ikut melakukan gotong royong bersama mereka untuk
membersihkan dan membangun pos untuk TNI tersebut, jika ada masyarakat yang tidak akan hadir maka akan dijemput ke rumah dan ke tempat kerjanya. Intruksi ini telah diumumkan pada 23 Juli 2005, pukul 16. 00.

Eksesnya, ada sebagian masyarakat di Kemukiman Truseb-Tiro, Pidië telah keluar dari
kampung halamannya untuk menghindari dari paksaan itu.


Wilayah Berdaulat,

Pidië, 24 Juli 2005


Suadi Sulaiman LaweuëngJurubicara TNA Wilayah Pidië
HP: +62 815 340 515 73
Email: suhadi_laweung@yahoo.com

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece