|
||||||
Update
Terakhir: Jul 26th, 2005 - 05:07:29
|
|
Kejahatan Milisi
By SPMNews Maro Merauke - (SPMNews) -- TNI/POLRI melalui Intelijen mereka yang disebarkan ditengah-tengah Orang Papua di Merauke untuk mengontrol kesetiaan Rakyat Tertindas itu terhadap Pancasila dan UUD 1945 sedang menyebarluaskan penipuan. Mereka mengatakan bahwa Tentara (Pasukan) Asing yang dulu pernah bergabung dalam Interfet di Timor Timur saat ini sudah tiba di Jayapura, dan akan menyebar secara merata ke seluruh pelosok Tanah Papua. Menurut TNI/POLRI, Tentara Asing yang datang itu akan bertugas untuk mengamankan Kemerdekaan Papua Barat tanggal 15 Agustus 2005 nanti. Penipuan ini terpaksa disebarluaskan karena informasi tentang Mogok Nasional 15 Agustus 2005 dalam rangka Pengembalian Paket Politik Otsus dan MRP dibawah komando Dewan Adat Papua sedang menjadi isu sentral di Merauke. "Tentara Asing sudah tiba di Jayapura dan akan menyebar ke seluruh Tanah Papua. Mereka didatangkan oleh PBB untuk mengawasi Penyerahan Kedaulatan Papua oleh Indonesia pada saat Papua Barat Merdeka tanggal 15 Agustus 2005", ungkap seorang warga Papua di Mangga Dua-Kimaam meniru perkataan Intelijen Polresta dan Kodim 1707 Merauke yang menyebarkan isu ini ketika mengajak beberapa Pemuda Papua setempat berpesta MIRAS Lokal jenis Sopi. Beberapa warga Papua di Kelapa V, Kampung Baru dan Kampung Domba sempat menelpon para kerabat mereka di Jayapura untuk menanyakan kebenaran informasi ini, dan mereka mendapat jawaban yang sebenarnya bahwa hal itu tidak benar. Kepada SPMNews Maro, mereka mengaku bahwa isu tersebut dijadikan bahan lelucon karena TNI/POLRI dianggap tidak profesional sehingga menyebar isu yang cepat diketahui "kartu"-nya. "Mereka kira kita buta informasi sehingga isu yang disebarkan itu sangat amatir dan pasti orang Papua tidak akan percaya. Kami tahu lewat SPM Online bahwa justru Pasukan TNI-lah yang sedang masuk dalam jumlah besar di Papua, misalnya di Timika dan Pantai Timur. Untuk Merauke, Pasukan TNI/POLRI sudah tabuang (banyak-red) dari dulu, lebih banyak dari Orang Pribumi. Ditambah Orang Pendatang, jumlah mereka adalah dua kali jumlah kami". Tutur seorang Tokoh Masyarakat Papua Selatan kepada SPMNews Maro. Ia sempat menyesalkan pernyataan Mahasiswa Merauke di Jayapura yang ketika ditanyai informasi ini melalui HP, Sang Mahasiswa membenarkan isu tersebut dan meminta dirinya supaya tidak mencampuri urusan Mogok Nasional karena sudah ada orang yang urus. Selanjutnya, Mahasiswa tersebut meminta dirinya untuk urus Pilkada Provinsi dalam rangka memenangkan pasangan JP Salossa - Paskalis Kossay. "Saya menyesal, ada Mahasiswa yang rupanya buta informasi ini. Ketika saya tanya tentang kehadiran Pasukan Asing, dia membenarkan dan minta saya untuk tidak sibuk Mogok Nasional karena sudah ada yang urus barang itu. Mahasiswa itu minta saya untuk bersama mereka terlibat dalam Pilkada Provinsi untuk menangkan pasangan Salossa-Kossay," ujarnya menjelaskan. TNI/POLRI rupanya lupa bahwa secara obyektif, justru mereka-lah "Pasukan Asing" di Tanah Papua yang berkeliaran dengan leluasa memangsa Rakyat Papua sebagai "vitamin" bagi pangkat mereka. Kesan posisi mereka sebagai "Pasukan Asing" di Tanah Papua terus disembunyikan dengan cara penerimaan Orang Papua sebagai Anggota TNI/POLRI setiap tahun. Skenario TNI/POLRI untuk membatalkan dan mengacaukan Mogok Nasional secara Damai tanggal 15 Agustus 2005 itu sudah mulai nampak, maka Rakyat Papua harus bersatu dan tingkatkan kewaspadaan : Waspada terhadap tindak-tanduk TNI/POLRI, juga aksi Kontra Papua Merdeka yang sedang didalangi oleh Mahasiswa Papua yang bersikap Reaksioner setelah secara rutin menjilat Pantat Para Pejabat NKRI dan Orang Pendatang sampai "kecanduan".**** © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|