Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

DI MERAUKE, TNI/POLRI BILANG PASUKAN ASING SUDAH TIBA DI JAYAPURA UNTUK AMANKAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT TANGGAL 15 AGUSTUS 2005
By SPMNews Maro
Jul 25, 2005, 12:48

 
Mahasiswa Merauke Di Jayapura Membenarkan, Minta Rakyat Papua Merauke Urus Pilkada dan Menangkan Salossa - Kossay

By SPMNews Maro

Merauke - (SPMNews) -- TNI/POLRI melalui Intelijen mereka yang disebarkan ditengah-tengah Orang Papua di Merauke untuk mengontrol kesetiaan Rakyat Tertindas itu terhadap Pancasila dan UUD 1945 sedang menyebarluaskan penipuan. Mereka mengatakan bahwa Tentara (Pasukan) Asing yang dulu pernah bergabung dalam Interfet di Timor Timur saat ini sudah tiba di Jayapura, dan akan menyebar secara merata ke seluruh pelosok Tanah Papua.

Menurut TNI/POLRI, Tentara Asing yang datang itu akan bertugas untuk mengamankan Kemerdekaan Papua Barat tanggal 15 Agustus 2005 nanti. Penipuan ini terpaksa disebarluaskan karena informasi tentang Mogok Nasional 15 Agustus 2005 dalam rangka Pengembalian Paket Politik Otsus dan MRP dibawah komando Dewan Adat Papua sedang menjadi isu sentral di Merauke.

"Tentara Asing sudah tiba di Jayapura dan akan menyebar ke seluruh Tanah Papua. Mereka didatangkan oleh PBB untuk mengawasi Penyerahan Kedaulatan Papua oleh Indonesia pada saat Papua Barat Merdeka tanggal 15 Agustus 2005", ungkap seorang warga Papua di Mangga Dua-Kimaam meniru perkataan Intelijen Polresta dan Kodim 1707 Merauke yang menyebarkan isu ini ketika mengajak beberapa Pemuda Papua setempat berpesta MIRAS Lokal jenis Sopi.

Beberapa warga Papua di Kelapa V, Kampung Baru dan Kampung Domba sempat menelpon para kerabat mereka di Jayapura untuk menanyakan kebenaran informasi ini, dan mereka mendapat jawaban yang sebenarnya bahwa hal itu tidak benar. Kepada SPMNews Maro, mereka mengaku bahwa isu tersebut dijadikan bahan lelucon karena TNI/POLRI dianggap tidak profesional sehingga menyebar isu yang cepat diketahui "kartu"-nya.

"Mereka kira kita buta informasi sehingga isu yang disebarkan itu sangat amatir dan pasti orang Papua tidak akan percaya. Kami tahu lewat SPM Online bahwa justru Pasukan TNI-lah yang sedang masuk dalam jumlah besar di Papua, misalnya di Timika dan Pantai Timur. Untuk Merauke, Pasukan TNI/POLRI sudah tabuang (banyak-red) dari dulu, lebih banyak dari Orang Pribumi. Ditambah Orang Pendatang, jumlah mereka adalah dua kali jumlah kami". Tutur seorang Tokoh Masyarakat Papua Selatan kepada SPMNews Maro.

Ia sempat menyesalkan pernyataan Mahasiswa Merauke di Jayapura yang ketika ditanyai informasi ini melalui HP, Sang Mahasiswa membenarkan isu tersebut dan meminta dirinya supaya tidak mencampuri urusan Mogok Nasional karena sudah ada orang yang urus. Selanjutnya, Mahasiswa tersebut meminta dirinya untuk urus Pilkada Provinsi dalam rangka memenangkan pasangan JP Salossa - Paskalis Kossay.

"Saya menyesal, ada Mahasiswa yang rupanya buta informasi ini. Ketika saya tanya tentang kehadiran Pasukan Asing, dia membenarkan dan minta saya untuk tidak sibuk Mogok Nasional karena sudah ada yang urus barang itu. Mahasiswa itu minta saya untuk bersama mereka terlibat dalam Pilkada Provinsi untuk menangkan pasangan Salossa-Kossay," ujarnya menjelaskan.

TNI/POLRI rupanya lupa bahwa secara obyektif, justru mereka-lah "Pasukan Asing" di Tanah Papua yang berkeliaran dengan leluasa memangsa Rakyat Papua sebagai "vitamin" bagi pangkat mereka. Kesan posisi mereka sebagai "Pasukan Asing" di Tanah Papua terus disembunyikan dengan cara penerimaan Orang Papua sebagai Anggota TNI/POLRI setiap tahun.

Skenario TNI/POLRI untuk membatalkan dan mengacaukan Mogok Nasional secara Damai tanggal 15 Agustus 2005 itu sudah mulai nampak, maka Rakyat Papua harus bersatu dan tingkatkan kewaspadaan : Waspada terhadap tindak-tanduk TNI/POLRI, juga aksi Kontra Papua Merdeka yang sedang didalangi oleh Mahasiswa Papua yang bersikap Reaksioner setelah secara rutin menjilat Pantat Para Pejabat NKRI dan Orang Pendatang sampai "kecanduan".****

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece