Update Terakhir: Aug 1st, 2005 - 05:31:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kerjasama Militer

Tatap Muka Dengan Toga, Todat dan Tomas : Strategi Danrem 173/PVB Untuk Gagalkan A-15 Di Biak Numfor
By SPMNews Rumsram
Aug 1, 2005, 05:30

 
Biak – (SPMNews) -- UPAYA Penjajah untuk mengagalkan Agenda 15 Agustus 2005 (A-15) di Kabupaten Biak Numfor saat ini ditangani langsung oleh Danrem 173/PVB Kol. Inf. Erfi Triassunu. Bersama pihak DPRD Biak Numfor, DPRD Supiori, KNPI Biak Numfor dan sejumlah LSM, Danrem Triassunu sempat mengkooptasi Para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat dalam sebuah tatap muka yang dilaksanakan pada hari Jumat (29/7) lalu, bertempat di Aula Makorem 173/PVB Biak.

Tatap Muka diadakan dengan tujuan utama menjaring aspirasi, terutama keluhan-keluhan Rakyat Papua terhadap Otsus yang dalam penerapannya justru menguntungkan pejabat dan migran pendatang. Keluhan-keluhan Rakyat Papua akan dijadikan masukan yang berharga untuk dicarikan solusinya dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua DPRD Kabupaten Supiori Otto Albert Msen yang hadir memenuhi Strategi Danrem 173/PVB saat itu sangat mengharapkan agar pertemuan seperti ini dijadikan agenda rutin.

"Pertemuan yang melibatkan semua komponen seperti ini hendaknya dijadikan agenda rutin sebab melalui pertemuan seperti ini, komunikasi antara Pemerintah Daerah, DPRD, Aparat Militer dan Masyarakat bisa terjalin baik." Kata Msen.

Hal senada juga diungkapkan oleh Max Mansawan, Ketua KNPI Biak Numfor. Menurut Mansawan, ia sangat bahagia atas penyelenggaran tatap muka yang diprakarsai oleh Danrem 173/PVB karena ia menilai bahwa komunikasi yang baik antara semua komponen bangsa hanya akan terjalin melalui kegiatan seperti ini.

Dalam tatap muka itu Danrem 173/PVB Kol. Inf. Erfi Triassunu secara terbuka mengatakan bahwa bahwa kegiatan seperti ini merupakan perwujudan dari tugas pembinaan teritorial yang menjadi tanggungjawab Korem 173/PVB.

Kontras dengan berbagai pernyataan pro Indonesia yang terungkap dalam pertemuan tersebut, seorang Tokoh Adat Biak yang ditemui SMPNews Rumsram menyatakan kekecewaannya.

"Mereka yang ikut pertemuan tersebut dijebak oleh Danrem 173/PVB. Tujuan Danrem jelas, mau menggagalkan A-15 di Biak Numfor yang merupakan harga mati. Lagi pula, mereka yang bicara banyak dalam pertemuan tersebut lalu diwawancarai oleh wartawan, saat ini dikenal sebagai kelompok penjilat. Mereka seenaknya mengatasnamakan Masyarakat Adat Biak Numfor untuk kepentingan kolonial," ujarnya berapi-api.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun SPMNews Rumsram, kegiatan tersebut diadakan untuk mempengaruhi Rakyat Papua di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori agar mereka tidak mengembalikan Otsus sesuai A-15 langsung dibawah Komando Dewan Adat Papua, tetapi mencari solusi pemecahannya dalam konteks Indonesia.(RuMsRaM)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece