Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kerjasama Militer

Tatap Muka Dengan Toga, Todat dan Tomas : Strategi Danrem 173/PVB Untuk Gagalkan A-15 Di Biak Numfor
By SPMNews Rumsram
Aug 1, 2005, 05:30

 
Biak – (SPMNews) -- UPAYA Penjajah untuk mengagalkan Agenda 15 Agustus 2005 (A-15) di Kabupaten Biak Numfor saat ini ditangani langsung oleh Danrem 173/PVB Kol. Inf. Erfi Triassunu. Bersama pihak DPRD Biak Numfor, DPRD Supiori, KNPI Biak Numfor dan sejumlah LSM, Danrem Triassunu sempat mengkooptasi Para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat dalam sebuah tatap muka yang dilaksanakan pada hari Jumat (29/7) lalu, bertempat di Aula Makorem 173/PVB Biak.

Tatap Muka diadakan dengan tujuan utama menjaring aspirasi, terutama keluhan-keluhan Rakyat Papua terhadap Otsus yang dalam penerapannya justru menguntungkan pejabat dan migran pendatang. Keluhan-keluhan Rakyat Papua akan dijadikan masukan yang berharga untuk dicarikan solusinya dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua DPRD Kabupaten Supiori Otto Albert Msen yang hadir memenuhi Strategi Danrem 173/PVB saat itu sangat mengharapkan agar pertemuan seperti ini dijadikan agenda rutin.

"Pertemuan yang melibatkan semua komponen seperti ini hendaknya dijadikan agenda rutin sebab melalui pertemuan seperti ini, komunikasi antara Pemerintah Daerah, DPRD, Aparat Militer dan Masyarakat bisa terjalin baik." Kata Msen.

Hal senada juga diungkapkan oleh Max Mansawan, Ketua KNPI Biak Numfor. Menurut Mansawan, ia sangat bahagia atas penyelenggaran tatap muka yang diprakarsai oleh Danrem 173/PVB karena ia menilai bahwa komunikasi yang baik antara semua komponen bangsa hanya akan terjalin melalui kegiatan seperti ini.

Dalam tatap muka itu Danrem 173/PVB Kol. Inf. Erfi Triassunu secara terbuka mengatakan bahwa bahwa kegiatan seperti ini merupakan perwujudan dari tugas pembinaan teritorial yang menjadi tanggungjawab Korem 173/PVB.

Kontras dengan berbagai pernyataan pro Indonesia yang terungkap dalam pertemuan tersebut, seorang Tokoh Adat Biak yang ditemui SMPNews Rumsram menyatakan kekecewaannya.

"Mereka yang ikut pertemuan tersebut dijebak oleh Danrem 173/PVB. Tujuan Danrem jelas, mau menggagalkan A-15 di Biak Numfor yang merupakan harga mati. Lagi pula, mereka yang bicara banyak dalam pertemuan tersebut lalu diwawancarai oleh wartawan, saat ini dikenal sebagai kelompok penjilat. Mereka seenaknya mengatasnamakan Masyarakat Adat Biak Numfor untuk kepentingan kolonial," ujarnya berapi-api.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun SPMNews Rumsram, kegiatan tersebut diadakan untuk mempengaruhi Rakyat Papua di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori agar mereka tidak mengembalikan Otsus sesuai A-15 langsung dibawah Komando Dewan Adat Papua, tetapi mencari solusi pemecahannya dalam konteks Indonesia.(RuMsRaM)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece