Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

Di Jayapura, Intelijen Indonesia Diberi Makan Oleh Kaum Migran
By WPRNANews
Aug 7, 2005, 14:52

 
WPRNA NEWS – West Papua Revolutionary News Agency

Intel Indonesia
Jayapura – (WPRNANews) – RIBUAN Intelijen TNI/POLRI dari berbagai kesatuan yang saat ini tersebar di setiap sudut kota Jayapura dalam rangka menyebar Teror dan Penipuan terkait kegiatan 15 Agustus 2005 ternyata diberi makan oleh Kaum Migran. Mereka makan-minum secara gratis di tiap kedai, warung, dan restaurant (rumah makan) yang tersebar sepanjang Doyo sampai Pasir Dua.

WPRNANews sempat melihat beberapa Orang Intelijen Indonesia yang sarapan, makan siang maupun makan malam di beberapa warung di Sentani, Abepura dan Entrop. Mereka tidak bayar ongkos karena telah membuat kesepakatan dengan pemilik warung.

Kejadian yang sama disampaikan oleh warga Entrop dan Hamadi yang menyaksikan kerjasama TNI/POLRI dan Migran Pendatang. Ketika berbincang-bincang dengan WPRNANews, mereka menilai bahwa kerjasama TNI/POLRI dan Migran Pendatang menunjukkan bahwa TNI/POLRI adalah pelindung Migran Pendatang.

”Slogan Ksatria Pelindung Rakyat sebenarnya perlu diperjelas, karena Rakyat yang dimaksud dalam slogan itu adalah Rakyat Pendatang, bukan Rakyat Papua,” ujar seorang pemuda Gereja di Hamadi kepada WPRNANews.

Sampai berita ini diturunkan, Intelijen TNI/POLRI sedang menjalankan tugasnya. Mereka sibuk mengincar para aktivis Mahasiswa Papua dan Rakyat Jelata yang Pro Papua Merdeka. Konsentrasi mereka dipusatkan untuk menggagalkan A-15 atau membelokannya ke arah tindakan kriminal versi hukum kolonial. Dan, Migran Pendatang menjadi mitra mereka yang paling setia.©wprnanews

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece