|
||||||
Update
Terakhir: Aug 10th, 2005 - 00:06:43
|
|
Dialog Politik
Acara peringatan Hari Pribumi sedunia yang rencananya akan dilangsungkan di Lapangan Trikora Abepura, kemarin terpaksa dirubah secara mendadak dikarenakan lapangan tersebut dikatakan oleh Kepala Distrik Abepura akan dilakukan latihan Paskibra menjelang HUT RI. Kemudian acara dialihkan ke Pendopo kediaman Alm.Theys H Eluay di Jl Bis tir Pos Sentani. Peringatan hari Pribumi sedunia dimulai pukul 10.00 wit diisi ibadah bersama yang dihadiri Ketua LMA Mandpa Korkorus Yaboi Senbut sekaligus sebagai penanggung jawab acara, Sekertaris DAP Frans Imbiri, Ketua Pemerintah Adat Sentani, juga Tokoh dan masyarakat Adat se-Jayapura. Dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan Polres Jayapura menurunkan sekitar 400 personel gabungan. Dalam ceramahnya Sekretaris Dewan Adat Papua (DAP) Leonard Imbiri mengatakan, bahwa selama ini masyarakat kita (Papua) dalam menyalurkan aspirasinya telah dibatasi oleh pemerintah, baik lokal maupun pusat. Bahkan menurut catatan, negara luar pun turut andil di dalamnya. "Sehingga tujuan kami berkumpul disini adalah selain memperingati Hari Pribumi Sedunia, kami ingin membangun solidaritas bersama, menyatukan visi untuk memperjuangkan hak-hak yang selama ini belum diakui," jelasnya. "Bahkan dalam satu dekade dari tahun 1999 hingga 2004 Undang-undang mengenai pelanggaran HAM di atas Tanah Papua masih belum diratifikasi. Kami selaku Dewan Adat Papua akan terus memeperjuangkan hak-hak kami yang selama ini ditindas. Kami juga meminta harus ada pengakuan dari NKRI, Belanda, AS, dan juga dari PBB bahwa dalam kurun waktu 40 tahun di atas Tanah Papua ini telah terjadi teror, intimidasi, dan juga pembantaian. Disini kami ingin mempertanyakan pertanggung jawaban hal tersebut kepada Pemerintah pusat dan juga Negara luar yang ikut terlibat," tegasnya. Disamping itu lanjutnya, pihaknya juga akan terus memperjuangkan dan meneriakkan hak atas tanah, hak berpolitik, dan hak untuk hidup yang selama ini selah-olah ditiadakan. "Saya mewakili DAP juga meminta kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk secara aktif memberi ruang yang cukup dan tidak membatasi upaya-upaya dari rakyat dalam menyalurkan aspirasi dan hak-haknya yang diwujudkan tidak secara konferensi akan tetapi perilaku dari aparat TNI dan Polri,"katanya. Di akhir acara Sekertaris DAP menghimbau kepada masyarakat Papua untuk terus memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi dan keinginan masyarakat secara damai. Selain itu, berpesan kepada masyarakat Papua agar berhati-hati terhadap orang yang ingin memecah belah dan menghancurkan apa yang menjadi tujuan masyarakat selama ini. Acara ini kemudian ditutup dengan penaburan bunga serta doa bersama pukul 13.41wit di makam Almarhum Theys H.Eluay.(cr-138) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|