Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Ancaman/ Terror

TNI DAN POLRI GELAR PASUKAN DI JAYAPURA
By SP Daily
Aug 11, 2005, 12:16

 
JAYAPURA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri menggelar pasukan dalam suatu upacara di pelataran Papua Trade Centre (PTC), Kelapa Dua, Jayapura, Papua, Kamis (11/8) pagi. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Gubernur Papua Constan Karma.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Polisi Dody Sumantiawan membantah gelar pasukan untuk antisipasi aksi yang akan dilakukan Dewan Adat Papua (DAP), besok.

Menurut dia, gelar pasukan itu untuk HUT ke-60 RI. Dia menegaskan, tidak ada rencana menambah pasukan di provinsi paling timur Indonesia itu.

Constan mengaku gelar pasukan ini baru pertama kali dilaksanakan di provinsi itu. Tapi, lanjutnya, hal ini tak ada kaitannya dengan rencana DAP yang berencana menggelar kegiatan pengembalian otonomi khusus (otsus).


Seperti Biasa

Dari pantauan Pembaruan di daerah Sentani, Waena, Abepura, Kotaraja dan Jayapura, aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

Di sudut-sudut kota te- lah terpasang bendera Merah Putih yang akan dikibarkan selama 10 hari atas permintaan Pemerintah Provinsi Papua.

Sekretaris Umum DAP Leonard Imbiri sewaktu dihubungi secara terpisah memastikan, aksi pengembalian otsus kepada pemerintah pusat tetap akan dilakukan pada Jumat 12 Juli 2005.

"Aksi besok akan dilakukan secara damai. Kami bersama pihak kepolisian berkomitmen menjaga aksi besok bisa berjalan sesuai dengan harapan,"ujarnya.

Kemarin, tuturnya, DAP bertemu Kapolda dan menyepakati untuk menjaga situasi di Papua agar tetap aman dan kondusif.

Sekretaris Pemerintahan Dewan Adat Papua Fadal Al Hamid menambahkan, DAP tidak mengirim seorang delegasi pun bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin. "Dan itu telah diputuskan dalam rapat pleno di STT (Sekolah Tinggi Teologi) Kijne. Surat keputusan hasil pleno juga telah kami kirimkan kepada Bapak Sefnat Ohee, bahwa beliau pergi atas nama pribadi, bukan atas nama Dewan Adat Papua. Bila atas nama Dewan Adat Papua konsekwensinya jabatan beliau sebagai Kepala Pemerintahan Dewan Adat Papua akan dicabut," paparnya. (ROB/W-5)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece