Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Ancaman/ Terror

MENJELANG HARI -H TEROR PSYKOLOGIS DAN PENGALIHAN PERHATIAN WARGA MULAI GENCAR DILAKUKAN DI NUMBAY PAPUA
By SPMNews
Aug 11, 2005, 13:33

 
Numbay SPMNews-
Menjelang pelaksanaan aksi pengembalian otonomi khusus oleh DAP bersama rakyat Jumat 12/7 besok, sepanjang jalan di Sentani, Waena, Abepura, Kotaraja dan Jayapura pasukan gabungan TNI/POLRI telah melakukan gelar pasukan dengan mengendarai 3 buah panzer, 3 truck dari masing-masing kesatuan dan beberapa mobil patroli dan sepeda motor, lengkap dengan senjata api.

Di Sentani dan Abe aksi gelar pasukan ini telah mengundang perhatian warga karena disertai dengan bunyi sirene dari mobil dan motor yang mereka kendarai. SPMNews mencoba berbincang dengan beberapa warga asli Papua yang kebetulan ada di pinggir jalan Kemiri Sentani persis di depan pertokoan / ATM Mandiri, mengenai aksi gelar pasukan ini dan mereka mengatakan bahwa kami heran kok beberapa hari ini terlihat ada kesan yang mereka (TNI/Polri red) bikin untuk kasih takut masyarakat biar besok trada yang pergi demo ka apa? Situasi dong bikin kaya mo perang saja, lalu kembali SPMNews bertanya lagi tentang apakah mereka tidak takut dan akan mengikuti aksi demo damai dalam pengembalian otsus besok di Lapangan Trikora, sekelompok orang tadi mengatakan bahwa, Kami tra takut besok kami tetap akan pigi demo. Donk kira kami takut dengan donk pu tank-tenk yang mereka pamer ini ka hahaha....begitu gelak tawa mereka yang sinis terhadap konvoi itu.

Beberapa menit kemudian SPMNews ke ABE dan sesampainya disana aksi konvoi ini masih sempat berlangsung dan kami mencoba berbincang lagi dengan 3 orang mahasiswa Uncen dan mereka bertiga secara bergantian mengatakan bahwa Om itu soal biasa, kan besok DAP donk mo demo kaskembali otsus jadi dong ada teror masyarakat tuh, sementara temanya lagi mengatakan ini bisa kami katakan bahwa teror psykologis yang sengaja dibuat untuk menakut-nakuti rakyat katanya.

Dari pantauan SPMNews bahwa hampir setiap jalan dan sudut kota terlihat anggota TNI dan POLRI berjaga-jaga lengkap dengan peralatan tempurnya (senjata api). Kondisi kota Numbay pada umumnya sampai berita ini diturunkan kegiatan warga masih berjalan normal. Warga terlihat tidak mau tau/ cuek dengan aksi gelar pasukan dan konvoi kendaraan tadi siang.

Pengalihan perhatian Warga
Proses pengalihan perhatian warga terhadap situasi politik yang semakin hari semakin panas di Papua ini, pihak Polres Sentani dan beberapa distrik lain di Numbay sedang melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, kegiatan-kegiatan ini berupa lomba sepak bola, sepeda santai tingkat TK/SD/SMP, dan barapen (bakar batu). Semua kegiatan akan diakhiri pada tanggal 15/7 dengan acara akhir Bakar batu bersama warga, sebelumnya disesuaikan dengan tanggal pengembalian Otsus yang ditetapkan DAP namun setelah rencana demo damai dimajukan dua hari lebih cepat oleh DAP terlihat para penyelenggara acara lomba dan barapen ini agak kecewa karena kecolongan/ merasa ditipu oleh DAP, Hal ini menjadi perbiacangan hangat saat ini di setiap rumah yang WPNews kunjungi.(hk)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece