Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Pesan Khusus
Opini Umum
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Pesan Khusus

UU Otsus Papua Dikembalikan
By Pembaruan/Luther Ulag
Aug 12, 2005, 13:03

 
PETI MATI - Seorang pengunjuk rasa menjaga peti mati yang bertuliskan Otsus dengan latar belakang pengunjuk rasa di Lapangan Trikora, Abepura, Papua, Jumat (12/8) pagi.



JAYAPURA - Ribuan warga Papua mengikuti upacara pengembalian Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua kepada pemerintah pusat, Jumat (12/8). Mereka long march kurang lebih 15 kilometer dari lapangan Trikora, Abepura ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) di Jayapura.

Selain halaman DPRP warga memadati Jalan Ahmad Yani dan Taman Imbi, di jantung Kota Jayapura serta di bekas terminal lama. Hingga berita ini diturunkan, ribuan warga di halaman DPRP terus berorasi dan bernyanyi sambil menunggu DPRP menerima perwakilan mereka. Mereka melakukan aksi damai di kantor DPRP untuk mengembalikan Undang-Undang tentang Otonomi Khusus itu karena Otsus dinilai tidak terbukti menyejahterakan rakyat Papua.

Selain warga yang berjalan kaki lebih dari 500 sepeda motor turut dalam long march tersebut. Mereka berada di barisan depan dengan terus membunyikan klakson sepanjang jalan. Di sepanjang jalan itu pula ribuan warga berteriak-teriak bagaikan mau pergi ke perang. Sesekali pimpinan massa berorasi untuk memberikan semangat kepada warga yang melakukan long march tersebut.


Pokok Pikiran

Peserta long march membawa sebuah spanduk besar yang berisikan pokok-pokok pikiran UU Otsus yang dinilai gagal dijalankan pemerintah serta spanduk-spanduk kecil dan pamflet-pamflet. Spanduk dan pamflet itu pada intinya menolak Otsus.

''Otsus terbukti tidak mensejahterkan rakyat," demikian bunyi sebuah spanduk. Di sejumlah pamflet tertulis, "Tolak Otsus, tolak MRP, dialog yes".

Toko-toko dan rumah-rumah di sepanjang pinggir jalan Abepura dan Jayapura ketika barisan warga mulai melintas ditutup pemiliknya. Sedangkan di Kota Jayapura sebagian besar toko masih ibuka.

Di halaman kantor DPRP sambil menunggu ribuan massa dari Abepura itu diselenggarakan pertunjukan seni. Ada kelompok musik yang memainkan sejumlah gitar dan genderang. Mereka melantunkan beberapa lagu daerah. Ada juga kelompok musik suling yang menyanyikan lagu-lagu daerah. Sejumlah penari pria dan wanita yang menggunakan pakaian adat Papua menari di halaman kantor DPRP.

Sekretaris Pleno Dewan Adat Papua, Willem Bonay, yang ditemui secara terpisah di gedung DPRP mengatakan, tokoh-tokoh adat Papua pada intinya mau mengembalikan UU Otsus kepada pemerintah pusat karena Otsus itu hanya dinikmati oleh segelintir orang. Mereka berpikir sebaiknya Otsus itu dikembalikan saja kepada pusat.



Pembaruan/Luther Ulag

Aksi demo pengembalian UU Otsus di Papua

Ia menyebutkan, beberapa a pejabat di Pemerintah Provinsi Papua diduga mengkorupsi dana Otsus. "Gubernur bilang uang sudah diserahkan ke kabupaten-kabupaten, tapi daerah-daerah itu sebetulnya menderita. Mereka belum menerima dana Otsus itu. Mereka hanya takut menyampaikan aspirasinya," kata Willem Bonay.

Dia menambahkan untuk menyampaikan aspirasinya itu kepada DPRP Papua hanya 15 perwakilan yang bertemu pimpinan DPRP. Kelimabelas perwakilan itu berasal dari sejumlah kampung dan tiap kampung hanya diwakili satu orang.

Sedangkan untuk menjaga keamanan selama aksi damai tersebut, Kepala Kepolisian Resort Kota Jayapura AKBP Paulus Waterpauw, yang ditemui di Kantor DPRD Papua, mengatakan, pihaknya mengerahkan 850 anggota.

Kekuatan itu masih ditambah satu kompi dari TNI. Mereka membantu polisi untuk mengamankan objek-objek vital seperti pembangkit listrik tenaga diesel, Telkom, pompa bensin, serta sentra-sentra ekonomi lainnya.

Dia menjelaskan, pimpinan DPRP sudah rapat Jumat siang dan mengambil keputusan bahwa mereka akan menerima perwakilan dari Dewan Adat Papua untuk menyampaikan aspirasinya.

Sebelum perwakilan -perwakilan itu bertemu dengan pimpinan DPRP warga diberi kesempatan untuk berorasi di halaman DPRP dan untuk itu panggungnya sudah disiapkan.

Enam tuntutan yang diusung oleh peserta aksi damai, pertama, Masyarakat Adat Papua menyerukan mengembalikan Otsus. Kedua, Masyarakat Adat Papua menyerukan DPRP segera mengadakan rapat paripurna khusus untuk kembalikan Otsus.

Ketiga, Masyarakat Adat Papua menuntut dialog klarifikasi sejarah integrasi. Keempat, Masyarakat Adat Papua punya hak hidup di atas tanah leluhur. Kelima, stop kekerasan, berikan hak hidup demokratik bagi rakyat Papua. Keenam, pemerintahan Yudhoyono-Kalla segera membuka ruang dialog dan menerima acuan dialog dari masyarakat Papua. (ROB/GAB/A-21)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece