Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Dialog Politik

DAP Tunggu Respon Pusat, Akan Rumuskan Langkah-langkah, Klaim Aspirasi 12 Murni
By Cepos - Sabtu,15 Agustus 2005
Aug 15, 2005, 10:21

 
SEMENTARA itu, pihak Dewan Adat Papua (DAP), dalam konferensi persnya di Sekretarit DAP Minggu (14/8), kemarin antara lain menyebutkan aksi 12 Agustus (pengembalian) Otsus adalah murni aspirasi masyarakat Papua, dan tidak punya tendensi-tendesi politik untuk mengganjal seseorang dalam Pilkada Gubernur, atau kepentingan konflik Provinsi Papua dengan Irian Jaya Barat (IJB).

Demikian salah satu dari lima poin yang dibacakan Sekretaris Bidang Pemerintahan Adat DAP, Fadal AL Hamid dalam konferesni pers tersebut.

Aspirasi Pengembalian Otsus kepada pemerintah pusat melalui DPRP Papua, Jumat (12/8) oleh DAP, rupanya tidak hanya sampai disitu. Selain akan melakukan pemantauan bagaimana respon dan keseriusan dari pemerintah pusat terhadap pengembalian Otsus tersebut, dalam waktu yang tidak lama ini DAP juga akan merumuskan langkah-langkah yang efektif yang akan diambil sesuai beberapa poin yang telah disampaikan.

Sekretarius Umum DAP, Leonard J Imbiri mengatakan, selain menunggu bagaimana respon dari pihak pemerintah pusat terhadap aspirasi pengembalian Otsus itu pihaknya juga akan mempersiapkan rumusan tentang langka efektif yang akan diambil terkait pengembalian Otsus tersebut.

"Kami akan melihat sejauh mana respon dan kesungguhan dari pemerintah pusat terhadap pengembalian Otsus ini. Seperti beberapa poin yang kami sampaikan, maka kami akan terus memberikan pemantauan dan dalam jangka waktu yang tidak lama ini kami akan membuat suatu rumusan yang efektif menindaklanjuti apa yang telah disampaikan di DPRP," paparnya kepada wartawan para acara konferensi pers di Sekretariat DAP, Minggu (14/98) kemarin.

Pada konferensi pers ini, Sekteraris Bidang Pemerintahan Adat DAP, Fadal Al Hamid membacakan lima 5 poin adanya aksi masyarakat adat Papua. Yang pertama, aksi masyarat Adat Papua yang berlangsung tanggal 12 Agustus 2005 adalah merupakan implementasi dari keputusan masyarakt adat dalam sidang III DAP di Manokwari tanggal 31 Januari - 4 Februari 2005.

Kedua, aksi 12 Agustus dilakukan tanpa ada tendensi-tendensi politik untuk mengganjal seseorang dalam kepentingan Pilkada atau kepentingan konflik Papua dengan Irian Jaya Barat (IJB). Ketiga, harap semua pihak dapat membaca dan mempelajari komunike yang disampaikan dalam aksi tersebut sebagai suatu kesatuan yang utuh.

Keempat, semua pihak menahan diri untuk tidak mengambil langkah sendiri-sendiri dan dengan melakukan manufer-manufer politik yang justru akan mengacuakan agenda masyarakat adat yang sudah tertuang dalam komunike. Kelima, DAP dalam beberapa hari kedepan akan merumuskan langka-langkah efektif untuk menindaklanjuti komunike adat masyarakat Papua yang telah disampaikan.

Dalam kesempatan itu DAP juga menyampaikan ucapan terima kasih dengan terselenggaranya pengembalian Otsus tersebut, Jumat (12/8). Antara lain, kepada semua masyarakat adat yang terlibat dan menjaga aksi tersebut hingga berjalan dengan damai, pihak kepolian, pimpinan dan anggota DPRP, pimpinan dan jajaran TNI, pimpinan dan staf serta anggota dusun adat, solidaritas perempuan Papua dan aliansi perempuan Papua, mahasiswa dan pemuda, tokoh agama, media damn insan pers dan semua anak adat Papua.

Sekadar diketahui, selaian Leonard J Imbiri dan Fadal Al Hamid ikut hadir dalam komferensi pers ini, Sekretaris DAP Perwakilan Asia, Andi Manobi dan Ketua Dewan Adat Mamta, Forkorus Yaboisembut, S.Pd. (ito)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece