|
|||||||
|
Sejarah Papua Barat Sejarah Papua Barat TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER Tulisan ini adalah terjemahan dari ringkasan berbahasa Inggris berjudul “Summary” terhadap buku yang ditulis dalam bahasa Belanda oleh Pieter J. Drooglever yang berjudul “Een daad van vrije keuze De Papoea’s van westelijk Nieuw-Guinea en de grenzen van het zelfbeschikkingsrecht” (November, 2005). Drooglever sendiri yang menulis ringkasan dalam bahasa Inggris itu (lihat halaman 31 dan seterusnya), dan diterjemahkan oleh Agus Sumule ke dalam Bahasa Indonesia. Terjemahan Bahasa Indonesia telah diperiksa dan disetujui oleh Drooglever. Jan 8, 2006, 20:54 Sejarah Papua Barat Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera JAKARTA - Pada tanggal 15 Agustus 1962 bertempat di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, disepakati sebuah persetujuan antara pemerintah Indonesia dengan Belanda tentang penyelesaian masalah Irian Barat(kini Papua). Nov 29, 2005, 16:22 Sejarah Papua Barat Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ? Membaca pemberitaan dari Kantor Berita Antara yang dilansir SKH Timika Pos, (16/11), berjudul ‘Masyarakat Sambut Hasil Survey Pepera 1969’ dan mendesak Profesor Drogleever di Belanda mengumumkan hasil penelitian sejarah integrasi Papua ke Indonesia pada 15 Novemver 2005 agar dapat diketahui dengan benar proses politik Pepera 36 tahun lalu itu. Nov 26, 2005, 04:51 Sejarah Papua Barat Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah” JAKARTA—Penentuan pendapat rakyat (Pepera) 1969 suatu “manipulasi sejarah”. Demikian kesimpulan Prof P.J. Drooglever dalam Seminar “Act of Free Choice”, di Den Haag, 15 November 2005, dengan membedah buku berjudul “Daad van Vrije Keuze, de Papuans van Westelijk Nieuw Guinea, en de grenzen van het Zelfbeschichtings recht” (tindakan bebas memilih dari orang Papua di Nieuw Guinea Barat, dan batas-batas penentuan nasib sendiri). Nov 22, 2005, 03:40 Sejarah Papua Barat PAPUA: Righting an old Wrong There is always merit in setting the record straight, no matter how much time has passed. For the Indonesian province of Papua it has been a long and bloody 36-year wait. The Papuans have refused to accept the "Act of Free Choice" by which they supposedly voted to join Indonesia in 1969. A report commissioned by the Dutch Government, the former colonial ruler in Indonesia, unequivocally vindicates their stance. Nov 19, 2005, 17:47 Sejarah Papua Barat Dua Politisi Belanda Beda Pendapat Soal Sejarah Papua Di Negeri Belanda, laporan Profesor Pieter Drooglever tentang Pepera di Papua tahun 1969 menyebabkan ketegangan politik antara Menteri Luar Negeri Ben Bot dengan pendahulunya, Jozias van Aartsen yang sekarang memimpin partai konservatif VVD. Menlu Bot menolak menerima laporan Profesor Drooglever, karena menurutnya laporan itu tidak ditugasksan oleh pemerintah tapi oleh parlemen Belanda de Tweede Kamer. Jozias van Aartsen membantahnya dan memandang penelitian itu sebagai penugasan pemerintah. Nov 18, 2005, 13:44 Sejarah Papua Barat Papuans give mixed reactions to Dutch study on 1969 vote Papuan people gave mixed reactions on Thursday to a Dutch government-commissioned study that found the 1969 vote on their territory's incorporation into Indonesia to be a "sham". Nov 18, 2005, 13:13 Sejarah Papua Barat Press Release:Drooglever "An Act of Free Choice" "Act of Free Choice" is a report written by dr. P.J. Drooglever about the former Dutch territory West New Guinea currently known as (West) Papua, the most eastern province of Indonesia . Nov 17, 2005, 11:56 Sejarah Papua Barat PERNYATAAN PERS Front PEPERA Papua Barat Sehubungan dengan peluncuran buku karya Profesor P.J. Drooglever yang berjudul Een Daad van Vrije Keuz: De Papoea’s van westelijk Nieuw-Guinea en de grenzen van het zelfbeschikkingsrecht (Amsterdam, Uitgeverij Boom, 2005) pada tanggal 15 November 2005 di Den Haag, Belanda, kami rakyat bangsa Papua Barat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sri Baginda Ratu, Pemerintah dan Parlemen Kerajaan Belanda yang sesudah hampir 40 tahun berdiam diri akhirnya bersedia memberikan penugasan kepada Profesor P.J. Drooglever untuk meneliti tentang apa yang terjadi di masa lalu, khususnya menyangkut hak-hak politik bangsa Papua. Nov 16, 2005, 09:00 Sejarah Papua Barat Front Pepera Sambut Buku Drooglever JAYAPURA - Peluncuran buku hasil penelitian Prof P.J. Drooglever tentang hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua 1 Mei 1969 di Amsterdam, Uitgeverij Boom, Den Haag, Selasa (15/11) kemarin, disambut sukacita segenap masyarakat Papua yang tergabung dalam Frot Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Font Pepera Papua Barat). Nov 16, 2005, 07:14 Sejarah Papua Barat Pemimpin Agama Keluarkan Seruan Sementara itu para pemimpin agama di Papua ini berpendapat bahwa Institut Kesejarahan Belanda perlu memberikan penjelasan ringkas dan jelas kepada masyarakat Papua mengenai inti penelitiannya agar masyarakat memiliki pegangan informasi langsung dari pihak yang mengadakan penelitian sehingga tidak diombang-ambingkan oleh tafsiran yang akan muncul dari berbagai pihak. Nov 15, 2005, 21:47 Sejarah Papua Barat Hasil Survey Pepera Tak Bisa Ditafsirkan Sepihak JAYAPURA-Peluncuran buku hasil penelitian Prof. P.J Drooglever tentang hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua tanggal 1 Mei 1969 di Amsterdam, Uitgeverij Boom, Den Haag, Selasa (15/11) kemarin tidak bisa ditafsirkan secara sepihak, karena itu merupakan kajian ilmiah oleh kalangan akademis yang perlu disikapi secara dewasa. Nov 15, 2005, 21:44 Sejarah Papua Barat HASIL PENELITIAN SEJARAH PAPUA Pepera, Penentuan Pendapat Rakyat Papua pada tahun 1969 adalah sebuah "kasus yang dimanipulasi." Demikian kesimpulan laporan Prof. Pieter Drooglever berjudul Een Daad van Vrije Keuze atau "Tindakan Bebas Memilih" yang diluncurkan Selasa (15/11) di Den Haag. Penelitian ini dimulai tahun 2000 atas perintah Menteri Luar Negeri saat itu, Jozias van Aartsen. Nov 15, 2005, 20:51 Sejarah Papua Barat Sejarah dan Politik Dalam Perjuangan Rakyat Papua Peluncuran buku sejarah Pepera di Irian Barat tahun 1969 yang dilakukan di Den Haag (15/11), Negeri Belanda, penting bagi nasionalisme Papua. Perjuangan rakyat Papua memang merupakan contoh baik keterkaitan antara sejarah masa lampau dengan politik zaman sekarang, seperti berikut dijelaskan oleh Dr. Richard Chauvell dari Universitas Victoria, Australia yang hadir pada peluncuran buku itu. Berikut Dr. Richard Chauvell. Nov 15, 2005, 20:46 Sejarah Papua Barat PEPERA PAPUA 1969 TIDAK ADIL Pada tahun 1969, warga Papua Barat tidak memperoleh peluang adil dalam rencana penyatuan propinsi tersebut dengan Indonesia. Demikian simpul profesor Pieter Drooglever, dalam laporan yang ia susun atas permintaan Kementerian Luar Negeri Belanda. Nov 15, 2005, 20:42 |
|