Update Terakhir: Mar 7th, 2006 - 13:19:27
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Hukum Adat
Tanah Adat
Kesenian
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi


WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Kesukuan

Tanah Adat
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Jayapura, Green Peace menemukan kian tingginya kecenderungan degradasi hutan di Provinsi Papua. Hal ini dikhawatirkan berdampak negatif pada manusia dan lingkungan fisik lainnya.
Mar 7, 2006, 13:17

Kesenian
Feathers ruffled as instruments drummed out
TRADITIONAL magic and modern quarantine rules caused a cross-culture clash this week.



The problem started when Queensland airport officials intercepted a consignment of musical instruments and costumes from West Papua destined for a NSW arts festival.
Visit Website ]
Oct 2, 2005, 10:24

Tanah Adat
Ondoafi Wutung Dukung Pelayanan Lintas Batas Dengan Menyerahkan Tanahnya Kepada Imigrasi Jayapura
JAYAPURA-Dalam rangka mendukung pelayanan lintas batas di Perbatasan Skouw, Ondoafi Wutung secara sukarela menyerahkan sebidang tanah kepada pihak Keimigrasian Jayapura. Kesepakatan penyerahan tanah adat dari Ondoafi Wutung, Stanlys Tanfa itu dilakukan di ruang pertemuan Kantor Perbatasan di Skouw, Sabtu pekan kemarin.
Sep 5, 2005, 04:35

Hukum Adat
Peradilan Adat Jangan Berbenturan Hukum Nasional
JAYAPURA- Sesuai UU No.21 Tahun 2001 tentang Orsus bagi Provinsi Papua telah mengamanatkan adanya 2 sistem peradilan, selain kekuasaan kehakiman juga adanya peradilan adat dalam masyarakat hukum adat tertentu. Hanya saja, pada kenyataannya kondisi itu sangat rentan terjadi salah persepsi, khusunya mengenai nilai-nilai hukum positif dan nilai hukum adat yang ada. Oleh karena itu, keduanya harus berjalan secara sinergis dan tidak berbenturan dengan hukum nasional.
Aug 24, 2005, 05:25

Isu Kesukuan
Masyarakat Pedalaman Papua Bentuk Polisi Adat
TEMPO Interaktif, Jayapura:Kepala Polda Papua, Irjen Pol Doddy Sumantyawan H.S. mengakui telah ada pengerahan massa dari masyarakat pedalaman Jayapura, seperti di wilayah Bonggo, Nimbokrang, dan Kemtuk Gresik.
Aug 6, 2005, 13:02

Isu Kesukuan
Bangunan Papua Wajib Berornamen Tradisional
Jayapura, Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2004 yang dikeluarkan Pemerintah Kota Jayapura, Papua, tentang wajib menggunakan ornamen dan bangunan khas Papua di dalam Kota Jayapura akan direalisasi.
Jul 24, 2005, 19:41

Isu Kesukuan
PERNYATAAN SIKAP DARI HASIL RAKERNAS AMPTPI DI JAKARTA
Perkenankanlah Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia (AMPTPI1) pada kesempatan ini menyampaikan hasil keputusan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia yang berlangsung selama tanggal, 25-30 April 2005, dimana membahas AD/ART dan Program Kerja.
May 6, 2005, 16:27

Isu Kesukuan
Calon Kepala Daerah Harus Buat Kontrak Sosial dengan Dewan Adat Papua
JAYAPURA - Warga Papua diimbau memberikan pilihannya kepada figur kepala daerah yang memiliki komitmen membangun wilayah tersebut bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.
May 6, 2005, 04:33

Hukum Adat
Kearifan Lokal Papua yang Terabaikan
Jayapura, Papua memiliki keragaman keunikan khas daerah, seperti noken, saly, honay, koteka, ukiran, dan sebagainya. Meski kemajuan pembangunan dan informasi telah menempatkan keunikan-keunikan itu sebagai sesuatu ketertinggalan, tetapi memberi makna sebagai kearifan budaya dan tradisi lokal. Runyamnya, keunikan tersebut tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.
May 6, 2005, 04:19

Isu Kesukuan
Disusun, Perda tentang Buah Merah dari Jayawijaya
Jayapura, Kompas - Mengantisipasi pengambilan buah merah dalam jumlah besar di Kabupaten Jayawijaya, pemerintah daerah setempat kini sedang menyusun rancangan peraturan daerah mengenai larangan pengambilan buah merah secara tidak bertanggung jawab.
Apr 13, 2005, 16:21

Isu Kesukuan
Masyarakat Adat Prihatin pada Tim Terpadu
Jayapura, Kompas - Masyarakat adat Papua prihatin atas tindakan Tim Terpadu Operasi Hutan Lestari II yang menempatkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Marten Kayoi dan Kadishut Irian Jaya Barat Marten Luther Rumadas sebagai tersangka dalam kasus penebangan liar (illegal logging). Kedua orang tersebut merupakan wakil resmi pemerintah pusat di daerah, yang menjalankan tugas sesuai aturan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat.
Mar 10, 2005, 10:33

Isu Kesukuan
Buah Merah yang Semakin Populer
Wamena, Buah merah yang selama ini menjadi makanan pengganti umbi-umbian bagi warga di pedalaman Papua, kini memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena banyak dicari.
Dec 28, 2005, 04:03

Isu Kesukuan
Peladang TN Gunung Leuser Segera Pindah
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan, pemerintah akan segera memindahkan masyarakat yang berladang di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
May 2, 2005, 02:42

Hukum Adat
Persoalan Dimasyarakat Sering Diselesaikan Secara Adat
Jayapura, Gubernur Papua JP Solossa pada pelantikan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Papua di Jayapura, Senin (18/4), menyatakan, kondisi geografis di Papua sangat sulit dijangkau sehingga sebagian besar masyarakat pedalaman Papua tidak pernah mendapat penyuluhan dan pembinaan hukum yang berlaku di negara kesatuan RI.
Apr 18, 2005, 00:35

Isu Kesukuan
Simson Fanderamos Yikwa, Terpilih sebagai Kepala Suku Masyarakat Koteka Pegungungan Tengah di Port Numbay
Sejak bergulirnya Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus bagi Daerah Papua hingga sekarang, masyarakat pegunungan tengah di Jayapura menilai belum nampak sama sekali hasil-hasil dari kekhususan yang di maksud.
Mar 3, 2005, 05:13



      More Headlines
     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece
Powered by Powweb