Update Terakhir: Feb 11th, 2006 - 03:08:05
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Konservasi
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi


WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Konservasi

Konservasi
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
New York, (ANTARA News) - Kabar mengenai penemuan sejumlah spesies flora dan fauna baru di Papua, Indonesia, mendapat sambutan dari pemerhati konservasi dan sorotan media massa di Amerika Serikat.
Feb 11, 2006, 03:07

Konservasi
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
Jayapura, (ANTARA News) - Provinsi Papua dan Irian Jaya Barat (IJB) memiliki 56 daerah konservasi sumber daya alam (SDA), yang perlu di lestarikan dan dilindungi dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
Feb 11, 2006, 03:05

Konservasi
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Selasa, mengumumkan penemuan sejumlah spesies baru, baik flora maupun fauna, hasil dari ekspedisi pada November hingga Desember 2005 di hutan Membramo, Papua.
Feb 11, 2006, 03:02

Konservasi
WEST PAPUA SYNOPSIS
In geological and ecological terms the Australian land mass consists of Tasmania, the Australian mainland, and the Island of Papua which some eople also know as the island of New Guinea
Sep 8, 2005, 06:55

Konservasi
Tambang Emas di Siriwo Menimbulkan Persoalan Areal Penambangan Dikuasai Pengusaha Nabire dan Timika
Nabire, Kompas - Pendulangan emas di Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua, sejak 2002 melahirkan sejumlah persoalan sosial. Tidak ada payung hukum bagi masyarakat adat pemilik lokasi seluas sekitar 120 km itu yang dikuasai pengusaha dari Nabire dan Timika.
Jul 13, 2005, 08:54

Konservasi
Taman Nasional Teluk Cendrawasih Terancam Rusak
Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) di Kabupaten Biak Numfor, Papua, kini terancam rusak dan kondisinya semakin memprihatinkan. Pimpinan proyek TNTC, Robert Mandosir, kepada wartawan di Manokwari, Kamis (10/3), mengatakan ancaman muncul karena dalam 10 tahun terakhir sering terjadi kegiatan penangkapan ikan ilegal yang dilakukan nelayan setempat maupun pendatang.
Mar 10, 2005, 10:10

Konservasi
Era baru Pengelolaan Hutan Adat di Papua
PEMETAAN Tanah dan Hutan Adat secara partisipatif dan multi pihak, gerakan awal membangun kesepahaman dan kesepakatan baru dalam penetapan tata batas wilayah hutan dan pemilikan adat menurut suku-suku yang bermungkim didalam maupun sekitar hutan.
Mar 1, 2005, 07:42

Konservasi
Kearifan Tradisional di Wamena
KEARIFAN tata kelola tradisional yang ada dan masih banyak ditaati oleh masyarakat adat di Wamena adalah dalam hal tata kelola tanah dan wilayah berdasarkan zona-zona pemanfaatan lahan sesuai dengan fungsi dan kepentingannya.
Mar 1, 2005, 07:40

Konservasi
LORENTZ PARK ATAU NDUGU-NDUGU ITU MILIK SIAPA : NKRI, WWF, BKSDA, DAP, DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN, DPRD, FREEPORT ATAU ORANG KOTEKA ?
Pertanyaan yang saya jadikan judul uraian singkat ini sebenarnya muncul ketika saya membaca berita Jaringan Advokasi Tambang Edisi Online 18 Januari 2005, berita Kompas Edisi 19 Januari 2005, Press Reference Yayasan YP3-ABP Tanggal 19 Januari 2005 dan Berita Kompas 2 Februari 2005.
Feb 14, 2005, 14:30

Konservasi
BUPATI KEPULAUAN RAJA AMPAT IZINKAN PT. ASP UNTUK MENGERUK NIKEL DI PULAU MANORAM
Izin Bupati Adalah Bukti Kerjasama Antara Pemerintah dan Perusahaan Untuk Menghancurkan Masyarakat Adat Kabupaten Kepulauan Raja Ampat
Feb 11, 2005, 09:26

Konservasi
LORENTZ PARK ATAU NDUGU-NDUGU ITU MILIK SIAPA : NKRI, WWF, BKSDA, DAP, DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN, DPRD, FREEPORT ATAU ORANG KOTEKA ?
PERTANYAAN YANG saya jadikan judul uraian singkat ini sebenarnya muncul ketika saya membaca berita Kompas Edisi 19 Januari 2004, Press Release Yayasan YP3-BAP Tanggal ------, dan Berita Kompas 2 Febriari 2004.
Feb 11, 2005, 09:22



     
     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece
Powered by Powweb