From 
Palu
Isu Pembentukan Negara Buton Raya Resahkan Masyarakat
By Agus Sana’a (sinar Harapan)
Aug 24, 2005, 10:55
Kendari - Sejumlah tokoh masyarakat Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merasa resah menyusul isu pembentukan Negara Buton Raya yang ditiupkan Dandim 1413 Buton, Letkol (Czi) Dedi Risdianto melalui surat kabar terbitan lokal.
Dalam pernyataannya melalui media lokal edisi 15 Agustus 2005, Dandim Dedi Risdianto mengatakan, saat ini di Buton ada sebuah gerakan untuk membentuk Negara Buton Raya yang disponsori Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ampera. Pihak Dandim sendiri sudah mengidentifikasi 22 orang aktivis yang terlibat dalam gerakan itu dan satu orang otak intelektualnya tinggal di Jakarta.
”Kalau betul ada gerakan itu, kenapa pihak Dandim tidak langsung melakukan penangkapan,” tutur Ketua Umum Yayasan Keraton Buton, EA Moh. Saidi, kepada SH di Kendari, Senin (22/8).
Menurutnya, sejumlah tokoh masyarakat di Buton saat ini memang sedang gencar melakukan diskusi dan dialog. Namun inti diskusi bukan untuk mendirikan negara Buton Raya melainkan ingin membentuk Provinsi Buton Raya, terpisah dari Sultra.
Minta Diusut
Sejumlah tokoh masyarakat Buton mendesak Dandim Buton, Letkol Dedi Risdianto untuk mengusut keberadaan gerakan tersebut. Bila memang ada, para aktivis pelakunya segera ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Namun jika isu itu hanya isapan jempol, Dandim Buton diminta untuk segera meralat pernyataannya.
Danrem 143/Haluoleo, Kolonel (Kav) Wachju Riayanto dalam keterangan terpisah mengaku belum menerima laporan resmi dari Dandim Buton soal adanya isu pembentukan Negara Buton Raya tersebut. ”Saya tidak bisa komentar karena belum menerima laporan resmi soal itu,” ujarnya. n
© Copyright 2003-2005 by WatchPAPUA
|