From

Opini Umum
Bangsa Ini Sudah Kehilangan Kemandirian
By Kompas
Aug 25, 2005, 06:35

Jakarta, Kompas - Bangsa Indonesia sudah tidak lagi memiliki kemandirian. Padahal, para pendiri bangsa ini telah mewariskan bangsa yang besar, dengan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar. Tidak heran jika pada usia yang ke-60, negara ini menjadi seperti orang tua yang sakit-sakitan.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir ketika memberikan orasi kebudayaannya pada acara Ulang Tahun Ke-7 PAN, Selasa (23/8) di Jakarta.

Kurangnya kemandirian itu, kata Soetrisno, tak hanya terbatas pada produk luar negeri, tetapi nilai-nilai dan gaya hidup pun sudah demikian pula. Seiring dengan kondisi ini, etos kita sebagai bangsa yang kuat cenderung mengendur. Kita tidak lagi memiliki semangat seperti yang pernah kita miliki untuk membangun bangsa, seperti pada era kepemimpinan Soekarno. Kita tak lagi memiliki energi saat kita berhasil membangun fondasi kesejahteraan masyarakat di masa Soeharto. Kita tidak lagi memiliki energi, seperti saat memulai reformasi yang dipelopori oleh Amien Rais dan mahasiswa, ujarnya.

Menurut Soetrisno, anak-anak Indonesia tidak lagi menjadi anak yang gigih berkreasi dan menciptakan lapangan kerja. Tidak heran kalau banyak di antara anak Indonesia termasuk sarjana harus ke sana kemari mencari lowongan pekerjaan. Sementara itu, dari generasi yang lebih tua banyak yang lebih mementingkan kesenangannya sendiri. Menikmati hidup, termasuk dari hasil korupsi tanpa mau peduli dengan lingkungannya, ujarnya.

Solusinya, menurut Soetrisno, bangsa ini harus bisa bangkit demi kemandirian dengan semangat optimisme. Selain memberikan kesempatan pada bangsa ini untuk berusaha sendiri. (MAM)


© Copyright 2003-2005 by WatchPAPUA