From 
Petisi/ Surat
Press Release Front Pepera PB Dalam Rangka Mogok Nasional, Senin, 28 November 2005
By Front Pepera PB
Nov 28, 2005, 09:48
Eksekutif Nasional
Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat
[Front PEPERA Papua Barat]
Sekretariat Sentani, 081343118143/081344327223
===============================================
PRESS RELEASE
Mengapa rakyat Papua akan melakukan mogok sipil nasional? Ada beberapa alasan yang mendorong rakyat Papua mengadakan mogok sipil nasional. Alasan-alasan itu antara lain:
1.Sejak tahun 1961 rakyat Papua telah menyiapkan perangkat-perangkat pemerintahan, misalnya New Guinea Raad dan simbol-simbol kenegaraan, dan tepatnya pada tanggal 1 Desember 1961 telah mendeklarasikan simbol-simbol kenengaraan, namun rencana berdirinya negera berdaulat yang disiapkan oleh Belanda dibubarkan oleh Presiden RI Soekarno melalui maklumat Trikoranya.
2.Proses integrasi Papua ke dalam NKRI antara tahun 1962-1963 tidak melibatkan rakyat Papua, dimanipulasi dan diintegrasikan di bawah tekanan militer. Akhirnya tepatnya tanggal 1 Mei 1963 Papua diintegrasikan ke dalam NKRI.
3.Sejak tahun 1963 Pemerintah Indonesia melakukan berbagai cara untuk menyinakkan dan mengambil hati orang Papua. Segala kebijakan yang dilakukan antara tahun 1963 sampai 1969 adalah pembangunan yang mengambil hati orang Papua. Akhirnya PEPERA dilakukan hanya diwakili oleh 1025 orang. Pelaksanaan PEPERA diwarnai kekerasan, penumpahan darah rakyat Papua yang tidak bersalah, dimanipulasi dan direkayasa demi kepentingan penguasa NKRI di bawah bayang-bayang Amerika Serikat.
4.Distorsi sejarah Papua melahirkan dua masalah mendasar yakni masalah pelanggaran HAM dan pembangunan. Pelanggaran HAM lebih banyak terjadi hanya karena penafisiran sejarah yang keliru terhadap PEPERA. Akibat penafsiran sejarah Papua yang keliru telah dan sedang membawa manusia Papua pada pemusnahan etnis Papua. Hal ini telah dibuktikan oleh Universitas Yale Inggris dan Peneliti di Australia.
5.Sedangkan pembangunan yang digalakkan oleh Pemerintah di Papua adalah pembangunan bias pendatang, pembangunan pemarginalisasian orang Papua, pembangunan yang mendepopulasikan orang Papua dan pembangunan pembodohan serta pembangunan pengurusan kekayaan alam Papua, dan lain sebagainya. Sudah terbukti bahwa dengan dalih pembangunan, pemerintah Indonesia melakukan kemauannya di Papua. Semua kebijakan Pemerintah tidak memberikandampak posif bagi rakyat Papua, tetapi pembangunan di Papua hanyalah memalingkan orang Papua dari kemalangan satu ke kemalangan berikutnya. Salah satunya adalah Otsus. Otsusbukannya menyelesaikan masalah Papua, akan tetapi implementasi Otsus melahirkan masalah-masalah Baru. Singkatnya Otsus membawa orang Papua pada kemalangan satu kepada kemalangana berikutnya, dan terbukti bahwa Otsus mengancam hak hidup orang Papua.
6.Dengan demikian, sudah terbukti di depan mata kita bahwa Pembangunan tidak akan menyelematkan orang Papua. Salah satunya adalah Otsus. Otsus adalah uang. Maka uang tidak pernah menyelematkan orang Papua. Yang terjadi selama ini adalah UANG Otsus bertindak dan memerintah, maka hancurlah dimensi hidup orang Papua. Uang adalah raja. Raja ini memerintah, maka tindakan amoral pun bisa dilaksanakan. Uang itulah yang memerintah Para penguasa di Papua sehingga kini terbukti bahwa orang Papua terancam hak hidupnya.
Berdasarkan alasan di atas, selama ini kita meminta dan mendesak Indonesia untuk membuka dialog demi mencari solusi yang terbaik bagi penyelesaian masalah Papua, tetapi pemerintah tidak membuka diri dengan rakyat Papua untuk membicarakan segala permasalahan yang terjadi di Papua. Mengingat pemerintah tak perduli dengan permintaan dan desakan rakyat Papua, maka pada kesempatan ini dalam nama leluhur Papua, pejuang-pejuang kebenaran dan keadilan yang mendahului kami dan dalan nama Allah moyang Papua, Front PEPERA Papua Barat menyatakan dan menyerukan :
1.Mendesak kepada pelaku sejarah Papua Barat, yakni pemerintah Indonesia, Belanda, Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera mengambil langkah-langkah kongkrit untuk meninjau kembali pelaksanaan PEPERA pada tahun 1969, selanjutnya mengadakan dialog Internasional dengan massa rakyat Papua dalam rangka mencari kebenaran sejarah Papua Barat demi mencari solusi yang terbaik bagi penyelesaian masalah di Papua secara menyeluruh, utuh dan tuntas.
2.Massa rakyat Papua segera bersiap-siap untuk melakukan perlawanan total dengan jalan mogok sipil nasional yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2006, tentang tanggal pelaksanaan dan tuntutan dalam mogok sipil akan diputuskan bersama oleh seluruh elemen perjuangan dan bersama massa rakyat Papua dalam sebuh pertemuan yang difasilitasi oleh Eksekutif Nasional Front PEPERA Papua Barat.
3.Seluruh elemen gerakan perjuangan dan komponen, ikatan-ikatan kesukuan, peguyuban-peguyuban dan massa rakyat Papua segera merapatkan barisan untuk segera melakukan konsolidasi dan memobilisasi massa rakyat serta menyiapkan logistik untuk mewujudkan mogok sipil nasional demi meminta dan mendesak pelaku sejarah Papua Barat untuk menyelesaian masalah Papua secara menyeluruh, utuh dan tuntas.
Demikianlah seruan Front PEPERA Papua Barat untuk diketahui dan diperhatikan serta diperiksa!!
Port Numbay, 28 November 2005
 |
© Copyright 2003-2005 by WatchPAPUA
|