From 
Duka/ Belasungkawa
Gubernur Papua Wafat, Bantuan untuk Yahukimo Sementara Terhenti
By Kornelis Kewa Ama (Kompas)
Dec 20, 2005, 07:36
Selasa, 20 Desember 2005
Jayapura, Kompas - Gubernur Papua Jacobus Perviddya Solossa meninggal, Senin (19/12) malam. Ia meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura beberapa saat setelah membuka peringatan HUT Ke-25 dan Reuni SMA Negeri II Jayapura. Almarhum diduga terkena serangan jantung.
Asisten III Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Abdul Kadir Djabar di RSUD Dok II Jayapura semalam mengatakan, doktor ilmu sosial lulusan Universitas Padjadjaran itu pada pukul 19.00 WIT membuka kegiatan SMA Negeri II di Gedung Olahraga Cenderawasih, Jayapura. Setelah itu, sekitar pukul 19.30 almarhum dengan mobil dinas bersama ajudannya menuju Gedung Sasana Karya.
”Namun, dalam perjalanan, sekitar 500 meter dari Gedung Olahraga, almarhum memerintahkan sopir pribadinya, Ngadin, menuju Rumah Sakit Dok II Jayapura, yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi saat itu,” kata Abdul Kadir.
Almarhum langsung masuk ruang unit perawatan intensif (ICU). Para dokter dan perawat di rumah sakit itu berusaha membantu almarhum dengan pertolongan medis. Namun, sekitar pukul 21.30 almarhum mengembuskan napas terakhir. Istrinya, Ny Emma Solossa, adik kandungnya, para ajudan, dan sopir berada di sisinya ketika Solossa mengembuskan napas terakhir.
Pihak rumah sakit mengatakan, Solossa diduga wafat akibat serangan jantung. Meski demikian, pihak Polresta Jayapura berupaya melakukan otopsi terhadap jenazah almarhum. Solossa meninggal dunia beberapa saat setelah mencicipi makanan di peringatan HUT SMAN II.
Kegiatan Gubernur Solossa kemarin sangat padat. Pukul 08.00 ia menerima tamu di kediamannya. Tamu ini sebagian besar adalah masyarakat Papua dari beberapa kabupaten/kota yang hampir setiap hari bertemu gubernur, meminta berbagai bantuan.
Pukul 11.00 Solossa membuka seminar perempuan di Gereja Pniel Kota Raja. Pukul 13.00 merayakan Natal bersama di Gereja Elim Abepura. Pukul 19.00 merayakan HUT dan Reuni SMAN II Jayapura.
Sedianya pukul 20.00 almarhum akan hadir pada peringatan Hari Trikora di Sasana Karya, Kantor Gubernur, dan pukul 21.00 membuka rapat kerja Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan.
Pengawalan terhadap jenazah almarhum sangat ketat. Pers dilarang mengambil gambar di rumah sakit, dan di rumah duka aparat melarang masyarakat masuk. Sempat terjadi keributan di depan jenazah almarhum antara masyarakat pelayat dan ajudan pribadi.
Massa langsung mendobrak pintu masuk dan menerobos masuk melihat jenazah. Bahkan ada di antara massa yang memukul ajudan gubernur di depan pintu karena emosi. Mereka menyatakan kurang puas atas sikap ajudan gubernur yang menghalangi massa melayat.
Hampir setiap hari Solossa membuka atau memimpin 3-8 acara/kegiatan menyusul pengunduran diri Wakil Gubernur Drh Constant Karma tanggal 2 Desember 2005. Panitia kegiatan selalu menginginkan acaranya dibuka atau dipimpin gubernur.
Ribuan pelayat, termasuk para pejabat, memenuhi rumah sakit, tempat Solossa disemayamkan.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua putra, yakni Ekatherma Solossa dan Aquino LR Solossa.
Solossa adalah salah satu calon Gubernur Papua periode 2005-2010, berpasangan dengan Paskalis Kosy. Pasangan ini dinilai sebagai calon kuat karena sebagian besar masyarakat Papua masih mendukung Solossa.
Program utamanya adalah pengembangan ruas jalan strategis di Papua. Program ini mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat.
Solossa meninggal di tengah demikian peliknya persoalan di Papua. Ia sekaligus menangani masalah perbatasan dan Organisasi Papua Merdeka, pemekaran wilayah, otonomi daerah, keterbelakangan sebagian warga Papua, bahkan terakhir masalah kelaparan di Yahukimo.
Berbelasungkawa
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Gubernur Papua JP Solossa semalam. ”Kita berduka, Gubernur Papua Saudara JP Solossa meninggal dunia karena sakit Senin malam di Jayapura. Atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi ketabahan dan tawakal menghadapi ujian ini,” ujar Presiden di Kantor Presiden, Jakarta.
Karena pada saat almarhum akan dimakamkan Presiden akan melantik para perwira TNI dan kepolisian, Presiden menugaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla atas nama pemerintah untuk memimpin upacara pemakaman almarhum di Jayapura.
Berkaitan dengan masalah kelaparan, penyaluran bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga di sejumlah distrik di Kabupaten Yahukimo dihentikan sementara, 23 Desember 2005 hingga 1 Januari 2006.
Hal itu terjadi karena sejumlah pesawat yang digunakan untuk menyalurkan bantuan digunakan untuk melayani jalur lain. Pilot-pilot pesawat libur Natal dan Tahun Baru.
Dihentikannya pengiriman bantuan selama 10 hari itu diperkirakan akan memperburuk kondisi warga di Yahukimo karena berarti mereka tidak memperoleh suplai bahan makanan selama waktu itu.
”Penghentian pengiriman hanya sementara karena pesawat-pesawat kecil yang biasa menyalurkan bantuan pangan ke lokasi-lokasi kelaparan akan digunakan untuk melayani rute lain,” kata Kepala Staf Komando Distrik Militer Wamena Mayor IN Sumitra, yang juga koordinator lapangan bantuan posko terpadu bagi masyarakat Yahukimo, Senin kemarin.
”Tanggal 2 Januari 2006 pengiriman akan kembali dilakukan,” ujar Sumitra.(KOR/SSD/INU/MUL/RAY/GSA)
© Copyright 2003-2005 by WatchPAPUA
|