From 
Opini Umum
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
By Cepos
Jan 3, 2006, 07:39
*Bambang: Salah Satu Pemicunya karena Implementasi Otsus yang Tak Menyeruh
JAYAPURA-Dinamika politik yang terjadi di Papua pada tahun 2005 lalu diprediksi bakal berlanjut pada tahun 2006. Bahkan diperkirakan suhu politik ini makin tinggi lagi bila saja pemerintah daerah dan pusat tidak serius menyelesaikan persoalan penyebab terjadinya konflik-konflik politik itu.
Pendapat itu antara lain dilontarkan Pengamat Politik dan Hukum dari Universitas Cenderawasih, Bambang Sugiyono, SH, MH dan Drs Tambaip, MA yang ditemui terpisah.
Menurut Bambang, dinamika politik yang akan terjadi tahun 2006 di Papua tidak terlepas dari implementasi Otonomi Khusus (Otsus) yang belum dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan amat yang ada di dalamnya.
"Yang pasti tahun ini dinamika politik tetap terjadi, dan kalau tidak diselesaikan secara baik dan menyeluruh dikhawatirkan terjadi gejolak. Tapi pada dasarnya gejolak poltik ini terjadi akibat implementasi Otsus yang dinilai belum maksimal sesuai dengan isi dan semangatnya," katanya kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi, Senin (2/1) kemarin.
Dikatakan, untuk mengantisipasi gejolak itu, maka pemerintah pusat dan daerah harus serius mengimplementasikan Undang-Undang Otsus. Sebab, sepanjang Otsus ini tidak diimplementasikan secara baik, maka gejolak politik di Papua akan terus terjadi.
Lalu bagaimana dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)? Bambang mengakui, kalau gejolak politik yang disebabkan oleh Pilkada risikonya cukup besar. Hanya saja gejolak politik akibat Pilkada ini bisa dicegah sedini mungkin apabilah semua pasangan calon dan tim suksesnya secara dewasa menyikapi persoalan yang terjadi.
Senada dengan Bambang Sugiyono, Drs Beatus Tambaip, MA Dosen FISIP Universitas Cenderawasih mengatakan, kalau situasi politik di Papua tahun ini bakal masih memanas, meskipun itu bisa diantisipasi sebelumnya. Gejolak itu kemungkinan besar akan dipicu oleh implementasi Otsus yang belum menyeluruh.
"Suhu politik di Papua tahun 2006 ini sebenarnya tidak akan jauh beda dengan tahun 2005 lalu. Lebih banyak akan dipicu oleh implementasi Otsus dan kepentingan elite-elite politik di Papua maupun pusat," katanya kepada Cenderawasih Pos ditemui di kediamannya, Senin (2/1) kemarin.
Menurutnya, dinamika politik yang terjadi di Papua lebih banyak diperankan oleh para elite politik yang mempunyai kepentingan masing-masing. Oleh karena itu, ia meminta supaya masyarakat menyikapinya secara bijak dan dewasa tanpa cepat terpancing dengan segala isu yang segaja memperkeruh situasi.
Yang paling berbahaya, kata Beatus, adalah penyelesaian masalah Irian Jaya Barat (IJB) yang hingga saat ini statusnya belum jelas. "Disini antara masyarakat sendiri bisa baku hantam. Oleh karena itu, masalah IJB ini harus diselesaikan sebaik-baiknya karena itu menyangkut masalah kenpentingan elite politik," ujarnya.(ito)
© Copyright 2003-2005 by WatchPAPUA
|