From

Kejahatan Milisi
Di Tanah Merah Digoel, Yusak Yaluwo Sedang Adu Suku WAMBON Dengan Suku MUYU
By SPMNews Digoel
Mar 7, 2005, 20:55

Tanah Merah Digoel - (SPMNews) - SAAT INI Rakyat Papua Boven Digoel sedang dipecah belah oleh Yusak Yaluwo, SH, M.Si salah satu anggota DPRD Kabupaten Adm. Boven Digoel. Pria asli Kombay-Koroway itu menebar perpecahan antara Suku Wambon (Mandobo) dengan suku Muyu, dua dari beberapa suku pribumi kabupaten tersebut.

Aktivitas wakil rakyat yang anti rakyat ini ternyata didukung oleh penuh oleh beberapa orang mahasiswa/I penjilat asal suku Wambon yang studi di Maroke maupun Port Numbay. Di Port Numbay, mereka sedang menjadikan salah satu kamar Hotel Sentani Indah di Sentani-Port Numbay sebagai basis operasional mereka.

Beberapa orang mahasiswa/I yang ditugaskan oleh Master jebolan UNSRAT - Manado ini sedang berkampanye anti suku Muyu di kalangan Mahasiswa Wambon, Kombay-Koroway dan Awyu-Jair di Port Numbay. Mereka juga selalu menelpon orang tuanya di Tanah Merah Digoel untuk menyampaikan pesan-pesan anti suku Muyu.

Mereka sibuk mengatur strategi untuk mengusir orang Muyu dari Ibu Kota kabupaten Boven Digoel - Tanah Merah.

"Orang Muyu harus pulang ke Mindiptana dan Woropko. Jangan tinggal di Tanah Merah karena ini tanah adat orang Wambon." Tegas Yusak dalam suatu kesempatan.

Berdasarkan pantauan SPMNews Digoel, provokasi pecah belah suku pribumi di tanah Papua adalah bagian dari scenario BIN untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru berbasis suku : satu suku satu kabupaten.

Untuk kawasan Papua Selatan, pecah belah suku-suku pribumi lain dengan suku Muyu sangat gencar dilakukan oleh para pejabat : Bupati Gebze di Maroke, Wabup Maroke, dr. Benyamin Simatupang di Asmat, John Rumlus dan John Fachiri di kabupaten Mappi.


"Mereka adalah penjilat pantat penjajah dan orang pendatang karena mereka tidak pernah pecah belah orang pendatang tetapi rajin pecah belah orang pribumi Papua." Ujar seorang Tokoh Masyarakat Boven Digoel kepada SPMNews Digoel. (kongget&lanu)






© Copyright 2003-2005 by WatchPAPUA